
Dirut PT BRI Tbk Sunarso di acara BRILIAN Family Festival yang menampilkan produk-produk UMKM unggulan di Jakarta, Minggu (22/12). (Saifan for JawaPos.com)
JawaPos.com - Sempat tersiar kabar perbankan pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) akan melakukan aksi korporasi melalui rights issue sebesar Rp 14 triliun. Namun, Direktur Utama BRI Sunarso kembali menyangkal kabar tersebut.
Sunarso mengatakan, perseroan belum membutuhkan pendanaan jumbo melalui rights issue untuk peningkatan pertumbuhan kredit. Ia menyebut, pihaknya masih dapat menumbuhkan kredit dengan likuiditas saat ini.
"Rights issue untuk meningkatkan pertumbuhan kredit belum diperlukan," ujarnya dalam acara rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) BRI secara virtual, Kamis (21/1).
Sunarso mengaku, perseroan memang selalu menyediakan plafon untuk issue bond secara berkelanjutan dan sewaktu-waktu dapat digunakan secara efektif. Namun, menurutnya hingga saat ini perseroan belum ada kebutuhan untuk menggunakan plafon issue bond tersebut.
"Melihat bahwa jumlah dana yang sekarang saya katakan sangat cukup untuk menumbuhkan kredit, maka rights issue atau issue bond yang terkait untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dalam rangka penyaluran kredit, untuk sementara plafon mungkin belum kita gunakan," jelasnya.
Sunarso mengungkapkan, hingga kuartal III 2020 pertumbuhan kredit perseroan sebesar 4,9 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya (year on year). Pertumbuhan kredit itu juga mengerek aset perseroan yang mencapai Rp 1.447,85 triliun atau tumbuh 10,9 persen secara yoy.
“Dan pertumbuhan aset utamanya didorong oleh kredit yang mampu tumbuh," imbuhnya.
Selain itu, BRI juga mencatat dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 1.131 triliun pada kuartal III-2020 atau tumbuh 18 persen yoy. Dalam hal ini dana murah atau current account and saving account (CASA) menyumbang komposisi sebesar 59 persen. Dengan demikian perseroan memiliki kondisi likuiditas yang sangat memadai dengan loan to deposit ratio (LDR) mencapai 82,6 persen.
Sebagai informasi, sempar tersiar isu tentang rights issue BRI. Disebutkan bahwa BRI berencana rights issue sebesar USD 1 miliar atau Rp 14 triliun untuk memperkuat modal sebelum melakukan akuisisi.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=7xC2dy_yeqw

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
