Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 April 2020 | 19.30 WIB

PHRI Sebut 826 Hotel Tutup Sementara Akibat Covid-19

SEPI: Sehari sebelum penutupan, Selasa (17/3), objek wisata Penglipuran sudah sepi kunjungan.  (I Made Mertawan/Bali Express) - Image

SEPI: Sehari sebelum penutupan, Selasa (17/3), objek wisata Penglipuran sudah sepi kunjungan. (I Made Mertawan/Bali Express)

JawaPos.com – Pariwisata menjadi sektor yang pertama terpuruk akibat pandemi Covid-19. Itu membuat sektor-sektor lain yang berkaitan dengan pariwisata harus pandai menyusun strategi untuk bertahan. Salah satunya, sektor perhotelan.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengakui bahwa pandemi memukul semua sektor. Ketua Umum Apindo sekaligus Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyatakan, ada ratusan hotel yang terpaksa berhenti beroperasi untuk sementara.

”Di mana-mana kinerja hotel itu mengikuti demand tamu. Jika tidak ada tamu atau sepi, ya pasti tidak ada pemasukan,” ujarnya Kamis (2/4). Bukan hanya di Bali atau DKI Jakarta, hal yang sama terjadi di Jawa Barat dan Manado.

Wakil Ketua Umum PHRI Rainier H. Daulay melaporkan bahwa ada 826 hotel yang menghentikan operasionalnya untuk sementara. ”Di Bali ada sekitar 56 hotel. Sisanya tersebar di semua daerah. Seluruh Indonesia,” ungkapnya saat dihubungi Jawa Pos tadi malam. Menurut dia, saat ini rata-rata okupansi hotel secara nasional hanya sekitar 5 persen.

Di Jawa Timur (Jatim), sekitar 40 persen hotel memilih tutup sementara. Ketua PHRI Jatim Dwi Cahyono menjelaskan, okupansi hotel sekarang sudah di bawah 10 persen. ”Mereka mempunyai banyak pertimbangan. Tapi, lebih baik tutup daripada menanggung biaya operasional yang tinggi. Untuk tamu 10 orang dan 100 orang, biaya listriknya sama,” ucapnya kemarin.

Untuk yang masih buka, lanjut Dwi, manajemen hotel memberlakukan biaya operasional minimum. Pria asli Malang itu menyatakan bahwa sebagian hotel sudah memilih tutup sementara sejak Maret. Tetapi, sebagian yang lain baru melakukannya April ini.

Menurut dia, sebagian besar memilih tutup sesuai imbauan pemerintah daerah yang menghendaki sebanyak mungkin warga tidak beraktivitas di luar rumah. Dwi berharap kondisi itu tidak akan berlangsung lama. Jika semuanya berjalan sesuai prediksi, sektor perhotelan Jatim bisa menggeliat lagi bulan depan.

”Situasinya sulit. Sementara, cost operasional hotel itu sangat tinggi,” imbuh Hariyadi. Sebelumnya, langkah serupa ditempuh para pelaku usaha restoran.

Kendati demikian, PHRI tetap mendukung pemerintah dalam menanggulangi Covid-19. ”Ya semua harus take action. Karena kuncinya di penanganan supaya masyarakat bisa kembali beraktivitas dan bisnis jalan lagi,” katanya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore