alexametrics
Dampak Wabah Covid-19

Rupiah Terpuruk ke 16.000, Nilai Tukar Terendah sejak Krismon 1998

BI Perkuat Kebijakan Jaga Stabilitas Rupiah
20 Maret 2020, 10:38:44 WIB

JawaPos.com – Pagebluk Covid-19 memukul sektor ekonomi tanah air. Nilai tukar rupiah terpuruk. Indeks harga saham gabungan (IHSG) juga terjerembap dan finis di zona merah.

Kemarin (19/3) nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sempat menembus Rp 16 ribu per USD. Bahkan sempat menyentuh level 16.179,50 pada pukul 14.10. Namun, perlahan tapi pasti, mata uang garuda menguat kembali. Tadi malam, kurs terpantau Rp 15.777,50 per USD.

Anjloknya nilai rupiah hingga level 16 ribu per USD tersebut merupakan yang terendah sejak krisis moneter 1998.

Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, rupiah melemah karena kepanikan investor asing di tengah merebaknya wabah Covid-19. Mereka tertekan lantaran ketidakpastian ekonomi global yang sangat tinggi. Sebab, saat ini virus tersebut sudah menyebar di 159 negara.

”Kami memantau bagaimana Dow Jones (Index) anjlok. Premi risiko meningkat sangat-sangat tinggi,” jelas Perry dalam live streaming konferensi pers paparan hasil rapat dewan gubernur BI kemarin. ”Kita (Indonesia) menghadapi dan semua negara menghadapi. Semua investor global melepas asetnya, baik saham maupun SBN (surat berharga negara, Red),” lanjutnya.

Menurut Perry, dalam kondisi saat ini, berlaku prinsip cash is the king. Meski demikian, bank sentral memastikan bahwa mekanisme pasar tetap berjalan. Likuiditas di pasar uang dan pasar valuta asing (valas) dijaga. Selain itu, triple intervention dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Baik di mekanisme pasar spot, domestic non-deliverable forward (DNDF), maupun pembelian SBN dari pasar sekunder.

”Yang kami pastikan adalah bagaimana penentuan nilai tukar di pasar, baik melalui broker maupun antarbank itu, konvergen. Kami pastikan dari pagi sampai sore Bank Indonesia selalu ada di pasar,” tegas pria kelahiran Sukoharjo itu.

Perry menjelaskan, BI mengeluarkan tujuh langkah jitu untuk menguatkan kebijakan mitigasi risiko terkait dengan wabah Covid-19. Diharapkan, pasar uang dan sistem keuangan bisa stabil dan mendorong pertumbuhan ekonomi tanah air.

Langkah itu, pertama, adalah menguatkan intensitas kebijakan triple intervention. Tujuannya, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamental dan mekanisme pasar. Kedua, memperpanjang tenor Repo SBN hingga 12 bulan. Juga, menyediakan lelang setiap hari untuk memperkuat pelonggaran likuiditas rupiah perbankan. Lelang tersebut berlaku efektif mulai hari ini.

Langkah ketiga adalah menambah frekuensi lelang FX swap tenor 1, 3, 6, dan 12 bulan. ”Dari semula tiga kali seminggu menjadi setiap hari untuk memastikan kecukupan likuiditas. Berlaku efektif mulai 19 Maret 2020 (kemarin, Red),” papar Perry.

Berikutnya adalah menguatkan instrumen term deposit valas untuk meningkatkan pengelolaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Selain itu, mendorong perbankan untuk menggunakan penurunan giro wajib minimum (GWM) valas sejumlah 4 persen.

Langkah kelima, mempercepat berlakunya ketentuan penggunaan rekening rupiah dalam negeri (vostro) bagi investor asing sebagai underlying dalam transaksi DNDF. Dengan demikian, dapat mendorong lebih banyak lindung nilai atas kepemilikan rupiah di Indonesia. Aturan tersebut berlaku efektif paling lambat pada 23 Maret dari semula 1 April.

Keenam, memperluas kebijakan insentif pelonggaran GWM harian dalam rupiah sejumlah 50 bps. Yang semula hanya ditujukan kepada bank-bank yang melakukan pembiayaan ekspor-impor, kini ditambah dengan yang melakukan pembiayaan kepada UMKM dan sektor-sektor prioritas lain. ”Yang berlaku efektif sejak 1 April.”

Langkah ketujuh, memperkuat kebijakan sistem pembayaran melalui ketersediaan uang layak edar yang higienis, layanan kas, serta backup layanan kas alternatif. Juga, mengimbau masyarakat agar lebih banyak menggunakan transaksi pembayaran secara nontunai (cashless).

Untuk mendorong upaya transaksi cashless, BI menurunkan biaya Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dari perbankan ke Bank Indonesia. Dari semula Rp 600 menjadi Rp 1. Sementara dari nasabah ke perbankan dari semula maksimum Rp 3.500 menjadi paling banyak Rp 2.900. Aturan itu berlaku efektif mulai 1 April sampai 31 Desember 2020.

”Kami juga mendukung penyaluran dana nontunai program-program pemerintah seperti program bantuan sosial PKH dan BPNT, program kartu prakerja, dan program kartu Indonesia pintar-kuliah,” kata Perry.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan bahwa BI menurunkan suku bunga acuannya. Yakni, turun 25 bps menjadi 4,5 persen. Begitu pula suku bunga deposit facility dan lending facility yang terpantau turun masing-masing 25 persen.

”Covid-19 memberikan tantangan menjaga stabilitas makro, sistem keuangan, dan pertumbuhan ekonomi domestik. Melambatnya prospek ekonomi global berdampak pada ekspor Indonesia,” jelas alumnus Iowa State University, Amerika Serikat, itu.

Sementara itu, IHSG finis di zona merah sore kemarin. IHSG terkoreksi 225,25 poin atau 5,2 persen ke level 4.105,42. Hal tersebut dipengaruhi melemahnya saham AS Dow Jones yang merosot 594,22 poin (2,99 persen) ke posisi 19.304,70.

Ekonom Melvin Mumpuni menilai, melemahnya nilai tukar rupiah tersebut, pada era kepemimpinan Joko Widodo, merupakan yang terburuk sejak November 2018. Secara makro, kondisi itu pasti akan membebani perekonomian tanah air.

Apalagi, Indonesia menjadi negara dengan jumlah korban virus korona tertinggi di Asia Tenggara. Hal itu berakibat pada berbondong-bondongnya investor asing yang menarik modal mereka.

Sementara itu, ekonom Indef Bhima Adhistira memprediksi, pelemahan rupiah akan terus terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Dengan kondisi itu, dia menyarankan agar pemerintah dan regulator terkait melakukan trading halt (penghentian perdagangan sementara). Tidak hanya di bursa saham, tetapi juga di pasar forex dan surat utang.

”Di Filipina ada trading halt tidak hanya di bursa saham. Lalu, bisa juga mencontoh strategi Yunani saat krisis 2015. Yakni, menutup bursa sahamnya selama lima minggu. Itu bisa mencegah capital flight,” jelasnya.

Wisma Atlet hingga Hotel

Pemerintah akhirnya mengambil keputusan ekstrem untuk mengatasi persebaran Covid-19. Bukan opsi lockdown yang diambil, melainkan rapid test (tes cepat) secara meluas. Diharapkan, rapid test masal itu bisa membuat proses deteksi pasien lebih cepat.

”Segera lakukan rapid test dengan cakupan yang lebih besar agar deteksi dini Covid-19 bisa kita lakukan,” ujar Presiden Joko Widodo saat rapat kabinet terbatas yang membahas perkembangan Covid-19 kemarin (19/3).

Alatnya pun harus segera diperbanyak. Begitu pula lokasi-lokasi untuk tes. Lokasinya harus disebar agar warga tidak menumpuk di tempat-tempat tertentu. Lokasi utama adalah RS-RS milik pemerintah, BUMN, pemda, TNI-Polri, hingga swasta. Juga, lembaga-lembaga riset perguruan tinggi yang mendapat rekomendasi Kemenkes. Kemenkes juga diminta segera menyiapkan protokolnya. Sebab, hasil rapid test akan menentukan langkah selanjutnya. Apakah isolasi mandiri di rumah atau perlu perawatan di RS.

Pemerintah juga akan memanfaatkan Wisma Atlet di Kemayoran untuk menampung pasien bila RS tidak mencukupi. Sebab, kapasitas Wisma Atlet cukup besar. Bisa menampung 15 ribu pasien. Presiden juga meminta hotel-hotel milik BUMN disiapkan untuk menampung pasien terkait dengan rapid test tersebut.

Hal serupa diminta disiapkan di daerah. Dengan demikian, bila sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus positif setelah rapid test, lokasi isolasi sudah siap. Pasien tak perlu dibawa ke Jakarta karena di daerah sudah ada fasilitasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Ilham Safutra

Reporter : han/dee/byu/lyn/syn/c5/c7/fal/oni

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads