
Petugas melakukan penyemprotan desinfektan saat persiapan jelang perayaan hari raya Nyepi di Pura Amarta Jati, Cinere, Depok, Jawa Barat, Jumat (12/03/2021). Dua hari lagi pada Minggu (14/03/2021) masyarakat Hindu Bali akan merayakan Nyepi 2021 Tahun Baru
JawaPos.com - Dampak Pandemi COVID-19 membuat ekonomi seluruh dunia babak belur, tak terkecuali Indonesia. Untuk level provinsi, Bali menjadi salah satu provinsi yang perekonomiannya mengalami kontraksi paling parah sebagai dampak dari pandemi.
Namun kini pariwisata Bali perlahan bangkit. Hal itu ditandai dengan kerjasama internasional yang dilakukan PT Kios Ria Kreasi bersama Paramount Pictures Amerika Serikat. Keduanya sepakat akan membangun theme park atau wahana buatan terbesar di Asia Tenggara yang lokasinya bakal berada di Bali.
Pengamat pariwista Taufan Rahmadi mengatakan, kehadiran investasi ke Pulau Dewata ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap Bali masih sangat besar. Sejurus dengan itu, pariwisata Bali juga dianggap sangat menjanjikan terutama di masa pasca Covid-19 nanti.
"Saya pikir Bali tetap punya magnetnya sendiri dan berpeluang besar terkait kebangkitan sektor pariwisata. Itu saya yakini sekali," kata Taufan, Senin (19/7).
Taufan juga menuturkan, masuknya investasi menunjukkan bahwa Bali dianggap memiliki ceruk pasar yang selama ini menjadi kekuatan Pulau Dewata di sektor pariwsata. Terlebih ini adalah konteksnya wahana. Justru wahana itu punya tembakan market yang luas.
"Satu, marketnya bisa wisatawan lokal yang ada di Bali. Kedua, tembakannya untuk wisatawan domestik atau wisatawn Nusantara. Ketiga, wisatawan mancanegara itu sendiri," katanya.
Untuk mencapai kebangkitan pariwista khususnya Bali dan destinasi wisata lainnya, Taufan menekankan pentingya mengubah pola pikir bagaimana cara kita melihat Covid-19. Merujuk pada apa yang dilakukan dua negara tetangga di kawasan seperti Thailand dan Singapura, menurutnya Indonesia harus mulai hidup berdampingan dengan Covid-19.
"Kita harus mulai belajar berdampingan dengan Covid-19. Berarti kebijakannya yang juga bisa berdampigan dengan itu. Jalan tengahnya adalah bagaimana kita menjalankan ekonomi, menjalankan pariwisata, juga tetap menjalankan protokol kesehatan," katanya.
"Mulai pelan-pelan membuka border internasional dengan protokol kesehatan yang sangat ketat dengan standar pelayanan berwisata di era new normal seperti yang dilakukan negara lain. Sebab ketika pariwisata bangkit, investasi itu akan mengikutinya," imbuh Taufan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022