
TINDAK TEGAS: Walikota Surabaya Eri Cahyadi bersama dengan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Isir menindak sekelompok pemuda yang sedang menegak miras di warung pada hari pertama pemberlakuan PPKM darurat Sabtu malam (3/7). FOTO: Alfian Rizal/Jawa Pos
JawaPos.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta dengan tegas agar penertiban yang dilakukan aparat dalam rangka PPKM Darurat wilayah Jawa dan Bali dilakukan dengan hati-hati. Seperti diketahui, dalam penanganan dan pengendalian kasus penularan Covid-19, pemerintah menggunakan pembatasan mobilitas.
Namun, akhir-akhir ini banyak sekali kericuhan yang terjadi karena cara aparatur negara bersikap dalam mengatur jalannya kebijakan PPKM Darurat. "Hati-hati dalam menurunkan mobilitas indeks penyekatan dan penanganan pada masyarakat, Pedagang Kaki Lima (PKL), pedagang toko," ujarnya secara virtual, Sabtu (17/7).
Jokowi meminta kepada pihak kepolisian maupun Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk memberikan instruksi di setiap daerah untuk bersikap tegas dan santun dalam tata pelaksanaannya. "Saya minta pada Polri dan nanti Mendagri pada daerah agar jangan keras dan kasar. Tegas dan santun," tegasnya.
Bahkan, Jokowi juga meminta agar dalam pelaksaan sosialisasi terkait pembatasan dan penyekatan sambil memberikan bantuan sosial (Bansos) berupa pembagian beras. "Sambil sosialisasi memberikan ajakan-ajakan sambil bagi beras malah bisa sampai pesannya," imbuhnya.
Sehingga peristiwa-peristiwa yang belakangan viral antara aparatur negara dan masyarakat dalam hal ini pedagang tidak kembali terjadi. Sebab, peristiwa semacam ini malah memperkeruh suasana.
"Peristiwa-peristiwa Satpol PP memukul pemilik warung, apalagi ibu-ibu ini, untuk rakyat menjadi ini memanaskan suasana," pungkasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
