
Hunian berkonsep transit oriented development (TOD) yangd ekat dengan sarana transportasi publik jadi pilihan konsumen karena bisa mengatasi masalah kemacetan yang banyak dialami masyarakat kota besar. (Istimewa)
JawaPos.com - Perusahaan pengembang yang gencar mengembangkan konsep kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta, PT Adhi Commuter Properti (ADCP) berencana untuk menerbitkan surat utang sebesar Rp 500 miliar. Hal ini dilakukan seiring kawasan TOD yang sudah diincar banyak orang sebagai tempat tinggal yang ideal.
“Dana hasil Penawaran Umum Obligasi I Adhi Commuter Properti tersebut akan dipakai untuk belanja menambah land bank dan pendanaan sejumlah proyek,” kata Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti, Rizkan Firman dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (15/4) kemarin.
Rizkan mengatakan, rencana aksi korporasi tersebut muncul seiring mulai meredanya pandemi Covid-19 di awal tahun 2021 ini. Sehingga, perseroan memperkirakan pasar akan kembali normal mulai tahun ini.
“ADCP pun sudah mencanangkan proyeksi bisnis untuk lima tahun ke depan dengan pertumbuhan yang sangat signifikan untuk segmen usaha high rise, landed housing, dan commercial area,” tuturnya.
Dalam lima tahun ke depan tersebut, lanjutnya, pihaknya akan melakukan serah terima pada hampir seluruh Tower 1 dan Tower 2 dari proyek-proyek yang berjalan di tahun 2020-2021. “Perseroan optimistis akan meraih pertumbuhan marketing sales dalam lima tahun ke depan akan melaju tumbuh sebesar 59,4 persen,” imbuhnya.
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM ADCP Mochammad Yusuf mengungkapkan, terdapat dua seri surat utang yang ditawarkan, yakni seri A dan seri B. Adapun masa tenor kupon obligasi tersebut, untuk seri A dengan masa 1 tahun dan seri B dengan masa 3 tahun.
"Dengan tenor seri A 9,5 persen sampai 10 persen, kemudian yang tiga tahun rangenya 10,5 persen sampai 11 persen," ucapnya.
Yusuf menambahkan, untuk keperluan akuisisi lahan, perusahaan tidak diperbolehkan menggunakan pinjaman dana ke perbankan. Oleh karena itu, agar tidak menghambat proses tersebut, ADCP memutuskan untuk mencara dana dari penerbitkan surat utang atau obligasi.
PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan rating idBBB (Triple B) untuk obligasi yang akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia tersebut.
PT Sucor Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi obligasi memperkirakan jadwal penawaran umum obligasi PT Adhi Commuter Properti yaitu pada 14 April adalah pemberian ijin publikasi prospektus ringkas dari OJK, 15 - 26 April proses bookbuilding, dan 7 Mei 2021 mendapat pernyataan efektif dari OJK.
Sementara penawaran umum diperkirakan dilaksanakan pada 11 dan 17 Mei 2021, 18 Mei penjatahan, 20 Mei distribusi obligasi, dan 21 Mei pencatatan obligasi di BEI.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
