Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Juli 2021 | 21.49 WIB

PPKM Darurat, Tren Produksi Ikan Tangkap Alami Peningkatan

Nelayan menunjukkan ikan hasil tangkapannya. (KKP FOR JAWAPOS.COM) - Image

Nelayan menunjukkan ikan hasil tangkapannya. (KKP FOR JAWAPOS.COM)

JawaPos.com - Produksi perikanan tangkap di pelabuhan perikanan menunjukkan tren positif di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Aktivitas di pelabuhan perikanan tetap berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat. Aktivitas para nelayan itu untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dari sektor kelautan dan perikanan.

Dirjen Perikanan Tangkap Muhammad Zaini mengatakan, pelabuhan perikanan menjadi titik penting untuk menunjang sektor pangan. Produk perikanan menjadi salah satu bahan pangan berprotein tinggi untuk menjaga dan memperkuat daya tahan tubuh masyarakat.

"Meskipun PPKM darurat di Jawa-Bali, seluruh pelabuhan perikanan di Indonesia kita terus imbau agar tetap melaksanakan protokol kesehatan. Tidak hanya untuk para pelaku usaha dan nelayan, juga untuk menjaga higienitas produk perikanan hasil tangkapan nelayan," ujar Muhammad Zaini kepada wartawan, Minggu (11/7).

Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman Jakarta menjadi pelabuhan perikanan di ibu kota yang menunjukkan tren peningkatan produksi perikanan tangkap. Pada Semester I-2021, total produksinya mencapai 85.943 ton atau senilai Rp 1,782 triliun.

"Di sini kapal perikanan skala industri mendominasi dengan ikan tangkapan untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Produk unggulannya antara lain cumi-cumi, ikan tuna, ikan layang dan ikan cakalang," kata Bagus Oktori Sutrisno selaku kepala PPS Nizam Zachman Jakarta.

Situasi serupa juga terlihat di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Lamongan, Jawa Timur. Di sana geliat perekonomian terus berjalan. Ikan yang dominan didaratkan adalah ikan kurisi, kuniran, kapas-kapas, kakap merah, kerapu, manyung, swanggi, dan cumi-cumi. Per hari jumlah kapal yang melakukan pembongkaran ikan mencapai 50 unit dengan rata-rata 100-150 ton ikan.

"Pada Semester I Tahun 2021, total produksinya mencapai 24.334 ton atau senilai Rp437,17 miliar. Kapal perikanan yang beroperasi di PPN Brondong didominasi ukuran 10-30 GT, meskipun tak sedikit pula kapal nelayan berukuran kurang dari 10 GT," ungkap Ibrahim, kepala PPN Brondong.

Photo

Aktivitas nelayan di pelabuhan ikan. (KKP FOR JAWAPOS.COM)

Di luar Pulau Jawa, hal positif dapat terlihat dari hasil produksi perikanan tangkap di PPS Bitung, Sulawesi Utara. Total produksi perikanan yang didominasi ikan tuna, cakalang, layang dan tongkol ini mencapai 23.534 ton pada Semester I.

Kepala PPS Bitung Tri Aris Wibowo mengatakan nilai produksi pada Semester I Tahun 2021 mencapai Rp 559,13 miliar. "Meski di tengah pandemi, aktivitas perekonomian tidak pudar. Selain untuk mendukung sektor pangan, kita berharap juga dapat berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional," tandasnya.

Baca juga: Aktivitas Pelabuhan Samudera Nizam Zachman

Peningkatan produksi perikanan tangkap yang terjadi di pelabuhan perikanan ini diharapkan berimbas positif pada penambahan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Seperti diketahui peningkatan PNBP pada subsektor perikanan tangkap menjadi salah satu program kerja Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang ditargetkan menuju Rp 12 triliun pada tahun 2024.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore