alexametrics

Meterai Elektronik Sudah Keluar, Bisa Diperoleh di Bank Ini

2 Oktober 2021, 11:29:09 WIB

JawaPos.com – Pemerintah telah meresmikan penggunaan meterai elektronik atau e-meterai Rp 10.000. Penggunaan meterai yang akan dipakai khusus untuk dokumen elektronik itu atas dasar Undang-undang (UU) Nomor 10 Tahun 2020.

“Di tengah pandemi di dalam waktu hampir setahun ini ditjen pajak menyiapkan sisi teknikal maupun aplikasi bekerja sama Perum Peruri apa yg disebut e-materai atau materai elektronik,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani secara virtual dalam akun YouTube di kutip Sabtu (2/10).

Sri Mulyani mengungkapkan, saat ini pendistribusian meterai elektronik masih terbatas. E-Meterai dapat diperoleh di lingkungan bank BUMN atau Himbara seperti Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan perusahaan teknologi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

“Kita mulai uji coba ini dengan bank Himbara. Kita harapannya seluruh perbankan dan nanti di perusahaan telekomunikasi Indonesia. Nanti kita lihat bagaimana e-meterai berjalan atau digunakan,” tuturnya.

Sri Mulyani mengungkapkan, dalam transformasi ini diperlukan edukasi dan penjelasan yang telaten dan teliti dari pemerintah dan lembaga terkait dalam hal ini Ditjen Pajak dan Perum Peruri yang ditunjuk secara sah mengeluarkan materai elektronik.

“Jadi, ini dari awal saya minta ditjen pajak terutama Perum Peruri nggak meluncurkan saja dan berasumsi masyarakat akan menerima. Akan ada banyak testimoni dan perlu bukti aman dan memang diakui,” tuturnya.

Disebutkan, meterai elektronik diklaim telah dibekali teknologi digital signature X.509 SHA 512 dan tiga fitur keamanan tambahan. Pertama overt, di mana 70 persen desain meterai elektronik merupakan barcode unik yang berbeda setiap meterai. Kedua covert, meterai elektronik hanya dapat dibaca dengan scanner atau aplikasi khusus dari Perum Peruri dan signature panel yang dapat dilihat melalui aplikasi Adobe Acrobat Reader DC.

Ketiga, dengan pembuktian secara forensik oleh Peruri, meterai elektronik akan meningkatkan pengalaman pemakaian dalam aspek keamanan, kenyamanan, ketersediaan dan kemudahan bagi masyarakat.

“Maka terus-menerus diteliti dan dimonitor segi keamanan, kerawanan terjadinya kejahatan. Karena ini sifatnya siber. Setiap meterai ada unit 70 aplikasi namun tak ada yg tak mungkin kerawanan terjadinya kriminal perlu diwaspadai,” tegasnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Romys Binekasri




Close Ads