Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Oktober 2025, 20.34 WIB

Purbaya Ketemu Jajaran DK OJK di Kantor Kemenkeu, Apa yang Dibahas?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Sekjen Kemenkeu Heru Pambudi dalam Media Briefing Rutin di Pressroom Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (17/10). (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Sekjen Kemenkeu Heru Pambudi dalam Media Briefing Rutin di Pressroom Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (17/10). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pertemuan dengan jajaran Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Rabu (22/10) hari ini.

Adapun Ketua DK OJK Mahendra Siregar dan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan yang merangkap DK OJK, Dian Ediana Rae tampak hadir secara terpisah ke Kemenkeu. Purbaya pun hadir belakangan setelah keduanya tiba.

Meski begitu, Mahendra menjelaskan bahwa pertemuan tersebut akan dijelaskan setelah pembahasan internal dilakukan. "Saya bahas dulu, baru saya kasih tahu," ujar Mahendra singkat saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (22/10).

Dalam kesempatan berbeda, Purbaya mengaku sempat melakukan kunjungan ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Hal ini untuk meninjau sistem monitoring dashboard lembaga tersebut. Dia bahkan mengaku sempat berdiskusi dengan orang Bea Cukai.

Menurutnya, sistem pemantauan Bea Cukai telah berjalan dengan baik. Hanya saja, perlu dioptimalkan untuk menekan praktik under-invoicing yang seringkali jadi sorotan Presiden.

"Sebenarnya sudah cukup bagus, tapi belum sampai ke level di mana saya bisa secara online memonitor kapal dan indikasi under-invoicing. Karena AI-nya belum dikembangkan," jelas Purbaya.

Kehadiran Mahendra Siregar dan Dian Ediana Rae menunjukkan bahwa pembahasan dalam pertemuan tersebut kemungkinan besar akan menyoroti isu stabilitas sistem perbankan. Sebelumnya, topik mengenai penempatan dana pemerintah senilai Rp 200 triliun di perbankan menjadi sorotan utama dan perlu dijaga keberlanjutannya.

Diskusi bersama OJK, khususnya terkait pengawasan sektor perbankan, diperkirakan akan membahas dampak dana tersebut terhadap likuiditas bank dan penyaluran kredit, serta strategi untuk memastikan dana itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa menimbulkan risiko terhadap stabilitas keuangan.

Hasil dari pertemuan ini pun dinantikan oleh publik dan pelaku pasar, mengingat kolaborasi antara kebijakan fiskal (Kemenkeu) dan kebijakan moneter maupun sektor keuangan (OJK dan BI) menjadi faktor penting dalam menghadapi dinamika ekonomi global dan domestik.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore