
Mentan Amran Sulaiman dalam sambutannya di acara Kagama Leaders Forum Series di Auditorium RRI, Jakarta Pusat, Kamis (17/7). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyoroti potensi hilirisasi kelapa di dalam negeri dan ngaku sudah bilang ke Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan ekspor virgin coconut oil (VCO) ke pasar global, bukan kelapa gelondongan lagi.
Hal ini disampaikan Amran dalam sambutannya di acara Kagama Leaders Forum Series di Auditorium RRI, Jakarta Pusat, Kamis (17/7).
"Kami sampaikan ke Bapak Presiden. Tidak usah kita bekerja mulai dari 0, kelapa yang ada di Indonesia kita hilirisasi. Ada 3 juta hektare. Kita hilirisasi bangun pabrik di tengahnya. Kemudiannya yang kita ekspor bukan gelondongan. Tapi kita ekspor adalah VCO, hasil," kata Amran.
Lebih lanjut, dia juga mengatakan bahwa dari sisi harga nantinya akan meningkat sebesar 10.000 persen, dari sebelumnya 1.000 menjadi Rp 145.000. Terlebih saat ini sedang ada pergeseran konsumsi masyarakat dunia dari susu menjadi ke minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO).
"Sekarang ada pergeseran konsumsi pangan. Dari susu ke VCO. Itu sehat. Kelapa, katanya awet muda, panjang umur," lanjutnya.
Di sisi lain, potensi ini menarik untuk digenjot Indonesia, pasalnya kata dia, kehadiran kelapa di tanah air menjadi sebuah keberuntungan. Terlebih, komoditas ini memang tidak bisa ditanam dan tumbuh di Eropa.
"Dan ada keberuntungan Indonesia saat ini. Kelapa tidak bisa tumbuh di Eropa. Gak bisa tumbuh. Dan saya berdoa mudah-mudahan tidak ada yang menemukan nanti kelapa yang bisa tumbuh di sana. Itu doaku," ujarnya.
Untuk diketahui, program hilirisasi kelapa sudah disoroti sejak lama. Salah satunya, disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas era Presiden Joko Widodo, Suharso Monoarfa pada Oktober tahun lalu.
Dia menekankan pentingnya perbaikan bibit kelapa unggul untuk meningkatkan kualitas produksi dan mendukung hilirisasi. Hal itu juga berkaitan erat dengan kesejahteraan petani kelapa, yang menjadi tumpuan utama dalam industri ini.
"Hilirisasi kelapa Indonesia di masa depan harus menjadi pengungkit kesejahteraan para petani," tuturnya.
Salah satu industri yang telah berperan dalam hilirisasi kelapa adalah Sambu Group, perusahaan di balik merek Kara. Meskipun Sambu Group memiliki perkebunan kelapa sendiri, mereka hanya mampu menyuplai kurang dari 10 persen kebutuhan kelapa perusahaan.
Sebanyak 90 persen sisanya berasal dari perkebunan perorangan milik petani kelapa di Indonesia. Hal ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perusahaan besar dan petani lokal dalam menciptakan industri kelapa yang berkelanjutan.
Selama satu dekade terakhir, pemerintah Indonesia berusaha untuk menjadi pemimpin dalam industri kelapa global. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal. “Sudah 10 tahun target itu kita kejar, tapi tidak tercapai,” ungkap Suharso.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
