
Chairman of Steering Committee, Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) Yunus Triyonggo saat menyampaikan pentingnya digital talent untuk mencapai Indonesia Emas 2045. (ist)
JawaPos.com - Para praktisi human capital di Indonesia telah mengambil langkah besar untuk merumuskan blueprint menuju Indonesia Emas 2045. Sumber Daya Manusia (SDM) kemampuan digital yang mumpuni menjadi perhatian untuk mencapai itu.
Chairman of Steering Committee, Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) Yunus Triyonggo menyampaikan bahwa kemajuan teknologi menjadi hal yang tak bisa dihindari generasi muda. Karena membanjirnya imaging technology ke semua negara dengan adanya teknologi robotik menjadi tantangan buat Indonesia.
"Bagaimana mempersiapkan kita itu untuk tidak menjadi korbannya dari hadirnya emerging teknologi tersebut. Dan di situlah terkandung makna bagaimana kita punya peluang untuk melakukan intervention selalu. Intervention yang memberikan dampak eksponensial. Bicara mengenai bagaimana memengaruhi kehidupan kita, cara kita bekerja, cara kita berinteraksi dan sebagainya," ujarnya dalam keterangan, dikutip Senin (22/7).
Dia juga mengatakan, dalam pengembangan SDM seharusnya concern kepada digital talent dengan mempercepat program yang berkontribusi untuk masa depan Indonesia. Dia menambahkan, manusia harus menguasai secepatnya kemajuan teknologi sebagai alat bantu untuk menyelesaikan pekerjaan.
Sambungnya, kemampuan SDM penting untuk mengejar bonus demografi yang akan dialami Indonesia. Jepang yang menyadari bonus demografi pada 1970 berusaha mengejarnya selama 20 tahun sebelum akhirnya menjadi negara maju.
"Nah, ini adalah salah satu ilustrasi ya bagaimana 2045 itu kita akan diramalkan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar nomor 5 di dunia dan itu yang meramalkan dalam suatu konsultan ternama di dunia. Dan tentunya ramalan ini kita harus sambut dengan gegap gempita untuk bisa mewujudkannya," tegas dia.
Dia menuturkan dependensi rasio Indonesia diperkirakan akan terendah pada 2030. Artinya, 64 sampai 70 persen penduduk Indonesia pada tahun itu berada di usia produktif yaitu 15 sampai 64 tahun.
"Makanya kalau kita tidak melakukan apa-apa, kita abai kita lalai. Maka itu, akan bisa menjadi bencana demografi karena akan banyak unemployment (pengangguran). Ketika banyak orang yang unskill maka kriminalitas akan meningkat secara drastis," tegas dia.
Untuk itu para praktisi human capital akan menciptakan blueprint kepada pemerintahan yang baru dipimpin oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka. Inisiatif tersebut akan dijelaskan secara detail dalam perhelatan akbar "Indonesia Human Capital & Beyond Summit" (IHC-BS), yang akan digelar pada 13-15 November 2024 di Jakarta.
Indonesia Emas 2045 adalah visi untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu ekonomi terbesar dunia dengan kesejahteraan sosial, peningkatan kualitas hidup, kemajuan teknologi, dan keunggulan di berbagai sektor. Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sangat diperlukan.
Kualitas sumber daya manusia yang adaptif dan inovatif adalah kunci. Pendidikan dan pelatihan berkelanjutan penting untuk membentuk tenaga kerja yang kompeten. Semangat kewirausahaan dan kreativitas juga harus didorong agar mampu bersaing secara global.
