
Ilustrasi
JawaPos.com - Para aktivis Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT) menilai, munculnya isu boikot terhadap kedai kopi asal Amerika Serikat (AS) Starbucks, disebabkan adanya perang dagang atau persaingan di antara kedai kopi. Pasalnya, tak hanya Starbucks, namun banyak perusahaan yang juga mendukung pola pikir dan idealisme kaum LGBT.
“Tanggung memboikotnya, banyak perusahaan yang mendukung hak-hak LGBT, bukan cuma Starbucks saja. Penyebabnya (perang dagang kedai kopi?) ada yang curiga begitu sih, perlu jurnalisme investigasi mungkin,” terang Aktivis Pendiri GAYa NUSANTARA, Dede Oetomo kepada JawaPos.com, Senin (3/7).
Berdasarkan data UNF.edu, ada ratusan daftar perusahaan ramah LGBT. Hal itu berdasarkan daftar kampanye hak asasi manusia (HAM) yang merilis indeks perusahaan yang mengusung kesetaraan. Mereka melarang diskriminasi berdasarkan orientasi seksual dan identitas gender atau ekspresi.
Di dalam daftar itu disebutkan, sejumlah perusahaan besar asal AS yang mendukung hak LGBT. Di antaranya, Appple, Google, Yahoo, dan Facebook. Belakangan, WhatsApp juga dikabarkan mendukung LGBT dengan menyertakan berbagai emote pria dan pria bergandengan tangan.
Microsoft juga menunjukkan penghormatan kepada LGBT dengan menunjukkan logo pelangi atau Rainbow sebagai simbol keberagaman. Begitu juga Google yang mendukung bulan penghormatan kepada kaum LGBT dengan mengusung pita di halaman depan kantor Google. Simbol itu untuk menghormati hak-hak LGBT.
Satu lagi, dukungan juga disuarakan oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg. Dia berkomitmen untuk membuat Facebook sebagai media sosial dan zona aman bagi kaum LGBT.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Starbucks belum memberikan tanggapan saat JawaPos.com mencoba menghubungi mereka. Isu ini muncul setelah PP Muhammadiyah mendesak pemerintah untuk memertimbangkan pencabutan izin Starbucks karena mendukung hak-hak LGBT. (cr1/JPG)

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
