
Jawa Barat menggelontorkan Rp 3,9 miliar untuk renovasi gerbang Gedung Sate, mempertahankan identitas budaya tanpa merusak nilai sejarah. (Antara)
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melakukan renovasi gerbang Gedung Sate dengan desain menyerupai Candi Bentar dengan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 3,9 miliar. Renovasi yang dianggap tidak nyambung dengan nuansa Gedung Sate itu dinilai tak rusak cagar budaya.
Dari foto yang beredar, tampak dua pilar besar berdiri sebagai pintu masuk utama dengan gaya arsitektur kerajaan yang berundak serupa dengan model yang banyak ditemui pada bangunan bercorak budaya Jawa di kawasan Cirebon dan wilayah lain di Pulau Jawa.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Mas Adi Komar, menerangkan bahwa anggaran tersebut dipakai untuk merenovasi enam gerbang, memperkuat pilar, serta memperbaiki parkir sisi barat dan timur yang dinilai sudah tidak layak.
“Sudah lama tidak ditinjau ulang dan sudah lama tidak direnovasi. Ini sekaligus kita renovasi karena kemarin-kemarin kan juga ada aktivitas-aktivitas masyarakat, ada unjuk rasa dan lain-lain," ujarnya kepada wartawan seperti dikutip dari Antara, Jumat (21/11).
"Kita ingin memperkokoh lagi area sekitar Gedung Sate, terutama di bagian luar. Ya, pilar salah satunya. Dan selanjutnya juga kita ingin tetap mempertahankan ikon Jawa Barat ini, Gedung Sate ini, selain sebagai kantor, tapi juga sebagai ikon khas budaya Jawa Barat,” sambung Adi.
Adi menepis anggapan bahwa proyek ini mengabaikan nilai historis Gedung Sate. Ia menyebut desain pilar menyerupai Candi Bentar merupakan bentuk penegasan identitas budaya Jawa Barat di lingkungan pemerintahan.
“Pilar ini memunculkan ikon budaya Jawa Barat, terinspirasi Candi Bentar yang banyak digunakan di keraton-keraton yang ada di Jawa Barat,” jelasnya.
Ia juga memastikan renovasi tidak menyentuh komponen yang berstatus cagar budaya. Bagian yang dilindungi disebut hanya inti bangunan Gedung Sate, sementara pilar dan area parkir tidak termasuk di dalamnya. Konsultasi dengan Balai Cagar Budaya disebut telah dilakukan sebelum pengerjaan dimulai dan berjalan tanpa kendala.
“Artinya, bukan bangunannya. Bangunan Gedung Sate itu yang ditetapkan itu ruang-ruang gedung utamanya. Hiasan berupa padi dan lainnya juga menunjukkan ikon Jawa Barat. Mungkin nanti tematik, sekarang temanya Priangan, nanti ada kabupaten khas lainnya,” tambahnya.
Menanggapi kritik publik soal urgensi proyek di tengah efisiensi anggaran, Adi menegaskan renovasi tersebut merupakan bagian dari penunjang layanan publik di kawasan Gedung Sate.
“Ini dipastikan tidak mengganggu layanan publik. Ini kan kantor publik, bagian kantor untuk layanan publik. Apalagi sekarang di dalam sudah ada fasilitas Bale Pananggeuhan sebagai tempat masyarakat menyampaikan aduan dan permohonan. Ini bagian dari fasilitas publik juga,” ujarnya.
Renovasi gerbang dan halaman Gedung Sate ditargetkan selesai pada Desember 2025. Pemprov Jabar meyakini pembaruan area luar gedung akan memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan kualitas layanan masyarakat tanpa merusak nilai sejarah bangunan ikonik tersebut.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
