
Terminal Arjosari Malang. (Dokumentasi Radar Malang Jawa Pos Group)
JawaPos.com - Kepala Terminal Arjosari Malang, Mega Perwira Donowati akhirnya angkat bicara terkait pengeroyokan anggota Polisi Militer AL (POMAL) oleh Juru Panggil Penumpang (Jupang) pada Kamis malam (26/6).
Insiden yang diketahui terjadi di shelter keberangkatan bus tujuan Surabaya, terekam kamera warga. Videonya tersebar luas di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
"Benar, kejadiannya Kamis malam. Korban dikeroyok oleh sekitar lima sampai enam orang. Dugaan sementara, para pelaku merupakan juru panggil penumpang (jupang)," ujar Mega kepada awak media, Jumat (27/6).
Saat kejadian, lanjut Mega, sejumlah kru bus sempat mencoba melerai pertikaian di antara korban dan jupang. Namun tidak diindahkan, para pelaku justru terus menyerang korban hingga babak belur.
"Setelah itu, kru lain akhirnya berhasil membawa korban menjauh dan langsung dievakuasi ke RSUD Saiful Anwar. Kondisinya korban luka parah di wajah, kepala, dan matanya bengkak," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mega turut membenarkan bahwa korban merupakan anggota TNI AL. Usai insiden pengeroyokan, sejumlah anggota Polisi Militer AL dan aparat kepolisian tampak mendatangi tempat kejadian.
"Informasi terakhir, tiga orang (jupang) yang diduga terlibat pengeroyokan sudah berhasil diamankan dan akan diserahkan ke pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut," tutur Mega.
Sebelumnya, dari penuturan anak korban yang yang dibagikan oleh akun Instagram @malangrya_info, dikutip Jumat (27/6), korban korban baru pulang dinas dari Surabaya karena bertepatan dengan libur panjang.
Karena adanya kebijakan baru di Terminal Arjosari yang melarang menurunkan penumpang di luar terminal, korban pun turun di shelter. Di sana, ia sempat duduk santai, sekedar untuk meluruskan badan dari perjalanan jauh.
"Nah pas itu ada jupang (juru penumpang) malak (sopir) bus. (Ayah saya) cuma nasehati jangan malak kan (supir) bis juga kerja cari duit. Si jupang ini nggak terima dan dia bawa temen-temen dan saudaranya," tutur anak korban.
Pengeroyokan secara pun terjadi. Dari penuturan sang anak, wajah ayahnya digesek ke aspal oleh sekelompok juru penumpang. Tidak hanya di situ, wajah korban juga diinjak-injak oleh para pelaku.
"Sempat ada yang ngelerai, tetapi ditarik lagi dan ayah saya dikeroyok membabi buta oleh jupang itu. Untuk kondisi ayah saya alhamdulillah sudah sadar di rumah sakit,"
JawaPos.com berusaha menghubungi Kepala Seksi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto, untuk mengonfirmasi penangkapan pelaku. Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan respons. (*)

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
