
Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar dan Direktur Utama Pertamina EP Wisnu Hindadari menanam pohon mangga di lokasi Penanaman Pohon Serentak Nasional di Gunung Tilu. (Pertamina EP)
JawaPos.com – Dalam rangka memperingati Hari Gerakan Sejuta Pohon Nasional pada 10 Januari, Kementerian Kehutanan menggelar acara Penanaman Pohon Serentak yang dilaksanakan di lebih dari 100 lokasi di seluruh Indonesia.
Salah satu kegiatan tersebut dilakukan di Gunung Tilu, Desa Girimukti, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Selasa (14/1), di mana Pertamina EP dan SKK Migas berperan sebagai tuan rumah.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar, Kepala Dinas Kehutanan, Pj Bupati Majalengka, serta pihak-pihak terkait lainnya. Sebanyak 250 pohon buah ditanam sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lahan kritis. Penanaman ini juga terhubung secara virtual dengan kegiatan yang dipimpin oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Nusa Tenggara Timur.
Sulaiman Umar dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan penanaman pohon ini adalah langkah konkret dalam memulihkan lahan kritis, mendukung ketahanan pangan, energi, dan air, serta mengurangi potensi bencana hidrometeorologi.
"Ini merupakan wujud nyata Pemerintah untuk melakukan rehabilitasi masif, guna memulihkan 12,7 juta hektar hutan dan lahan yang terdegradasi," ujar Sulaiman.
Sulaiman juga mengapresiasi kontribusi Pertamina EP dan SKK Migas dalam mendukung kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk melindungi dan merawat bumi demi masa depan yang lebih baik.
"Langkah konkret melalui menanam dan memelihara pohon ini adalah bagian dari kewajiban kita untuk menjaga bumi," tambahnya.
Pertamina EP, yang berkomitmen pada rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS), telah merehabilitasi lahan seluas 6,3 hektar sejak 2023. "Hingga kini, kami sudah menanam 9.942 pohon, dan target 10.718 pohon akan ditanam bertahap di lahan seluas 23 hektar hingga 2028," kata Direktur Utama Pertamina EP, Wisnu Hindadari.
Penanaman pohon ini bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga untuk memberdayakan masyarakat setempat. Jenis pohon yang ditanam termasuk tanaman buah produktif seperti mangga, petai, alpukat, dan nangka, yang memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Pertamina EP juga memastikan keberhasilan penanaman pohon dengan melakukan penyulaman, pengendalian gulma, dan pemupukan berkala. Berdasarkan pantauan, tingkat keberhasilan penanaman pohon selama dua tahun terakhir mencapai 86 persen. "Pemantauan dilakukan dengan teknologi geo-tagging yang terintegrasi dengan perhitungan serapan karbon," terang Wisnu.
Dengan pemanfaatan teknologi ini, data keberhasilan penanaman pohon menjadi lebih reliabel dan dapat diakses oleh pemangku kepentingan untuk mendukung perencanaan kebijakan lingkungan jangka panjang.
