
PSIKOSOSIAL: Berdongeng bentuk layanan psikososial yang diberikan Indonesia Care untuk anak-anak penyintas bencan banjir bandang di Sukabumi. (Indonesia Care)
JawaPos.com - Sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih terisolasi. Pasalnya banyak akses jalan yang terputus akibat banjir bandang dan longsor. Para relawan, petugas penanggulangan bencana dari BNPB, BPBD, dan tim SAR gabungan yang terjun ke lokasi bencana berupaya membuka akses.
Direktur Eksekutif Indonesia CARE Lukman Azis mengatakan, Indonesia CARE merupakan salah satu lembaga relawan yang ikut terjun membantu warga terdampak banjir bandang di Sukabumi. Anggota tim relawan Indonesia CARE bersama relawan dari lembaga lain sudah hadir di Sukabumi sejak Jumat (6/12).
"Relawan di lapangan membantu membuka jalur yang terisolasi akibat tertimbun longsor atau runtuh," ujar Lukman Azis kepada JawaPos.com, Minggu (8/12).
Selain Indonesia CARE, kelompok relawan lain yang ikut membantu korban banjir bandang di Sukabumi. Di antaranya Syarikat Islam Tanggap Bencana (SIGAP) Pasundan, Yayasan Turun Tangan, Forum Relawan Sukabumi, Aviation Voulenteer Indonesia (AVI), dan banyak komunitas relawan lainnya.
Lukman Azis menambahkan saat ini warga terdampak banjir masih membutuhkan dukungan obat-obatan dan logistik. "Selain kebutuhan obat-obatan, masyarakat masih mengharapkan dukungan makanan siap saji, makanan pokok, pakaian, selimut, air bersih, dan perlengkapan bayi," ungkap Lukman.
Dalam kesempatan yang sama, Lukman menyebut para relawan juga membantu membuka jalur yang terisolasi akibat tertimbun longsor atau runtuh.
Selain membantu membuka akses kawasan yang terisolasi, Indonesia CARE juga mengerahkan empat dokter, satu ambulans, dan puluhan relawan untuk kegiatan pelayanan kesehatan gratis. Tidak ketinggalan juga pendampingan psikososial bagi penyintas bencana.
Berada di lokasi bencana Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Direktur Jaringan Relawan Indonesia CARE Mohammad Syahri mengatakan, relawan kesehatan dari Indonesia Care memberikan layanan pengobatan gratis dan pendampingan psikososial untuk penyintas.
"Pengobatan itu merupakan dukungan dari perorangan, komunitas, maupun industri. Para penyintas sangat antusias mendapatkan pelayanan kesehatan gratis," sebut Mohammad Syahri yang biasa disapa Choi itu.
Sebagaimana diketahui, banjir bandang melanda Sukabumi dan Cianjur Selatan pada 4 Desember. Akibat bencana itu ratusan rumah hancur, beberapa desa teriosalasi karena jembatan yang menjadi penghubung putus.
Di tempat yang sama, Ketua SIGAP Pasundan Dedy mengapresiasi Indonesia CARE yang berinisiatif membersamai SIGAP turun ke lokasi bencana. "Kolaborasi kemanusiaan ini akan saling menguatkan di lapangan. Kami juga kerahkan kekuatan relawan maksimal di lokasi terdampak," katanya.
Ketua Medis Respons Indonesia CARE dr Risyad Hasyim menuturkan, ada ratusan penyintas yang antre dalam sehari untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. "Hingga pukul 9 malam tadi masih ada yang datang berobat. Mulai dari luka robek, sesak napas hingga gatal-gatal dikeluhkan para penyintas," ungkapnya.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
