Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Desember 2024 | 03.31 WIB

Sejumlah Desa Masih Terisolasi, Korban Terdampak Banjir Bandang di Sukabumi Butuh Obat dan Logistik

PSIKOSOSIAL: Berdongeng bentuk layanan psikososial yang diberikan Indonesia Care untuk anak-anak penyintas bencan banjir bandang di Sukabumi. (Indonesia Care) - Image

PSIKOSOSIAL: Berdongeng bentuk layanan psikososial yang diberikan Indonesia Care untuk anak-anak penyintas bencan banjir bandang di Sukabumi. (Indonesia Care)

JawaPos.com - Sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih terisolasi. Pasalnya banyak akses jalan yang terputus akibat banjir bandang dan longsor. Para relawan, petugas penanggulangan bencana dari BNPB, BPBD, dan tim SAR gabungan yang terjun ke lokasi bencana berupaya membuka akses.

Direktur Eksekutif Indonesia CARE Lukman Azis mengatakan, Indonesia CARE merupakan salah satu lembaga relawan yang ikut terjun membantu warga terdampak banjir bandang di Sukabumi. Anggota tim relawan Indonesia CARE bersama relawan dari lembaga lain sudah hadir di Sukabumi sejak Jumat (6/12).

"Relawan di lapangan membantu membuka jalur yang terisolasi akibat tertimbun longsor atau runtuh," ujar Lukman Azis kepada JawaPos.com, Minggu (8/12).

Selain Indonesia CARE, kelompok relawan lain yang ikut membantu korban banjir bandang di Sukabumi. Di antaranya Syarikat Islam Tanggap Bencana (SIGAP) Pasundan, Yayasan Turun Tangan, Forum Relawan Sukabumi, Aviation Voulenteer Indonesia (AVI), dan banyak komunitas relawan lainnya.

Lukman Azis menambahkan saat ini warga terdampak banjir masih membutuhkan dukungan obat-obatan dan logistik. "Selain kebutuhan obat-obatan, masyarakat masih mengharapkan dukungan makanan siap saji, makanan pokok, pakaian, selimut, air bersih, dan perlengkapan bayi," ungkap Lukman.

Dalam kesempatan yang sama, Lukman menyebut para relawan juga membantu membuka jalur yang terisolasi akibat tertimbun longsor atau runtuh.

Selain membantu membuka akses kawasan yang terisolasi, Indonesia CARE juga mengerahkan empat dokter, satu ambulans, dan puluhan relawan untuk kegiatan pelayanan kesehatan gratis. Tidak ketinggalan juga pendampingan psikososial bagi penyintas bencana.

Berada di lokasi bencana Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Direktur Jaringan Relawan Indonesia CARE Mohammad Syahri mengatakan, relawan kesehatan dari Indonesia Care memberikan layanan pengobatan gratis dan pendampingan psikososial untuk penyintas.

"Pengobatan itu merupakan dukungan dari perorangan, komunitas, maupun industri. Para penyintas sangat antusias mendapatkan pelayanan kesehatan gratis," sebut Mohammad Syahri yang biasa disapa Choi itu.

Sebagaimana diketahui, banjir bandang melanda Sukabumi dan Cianjur Selatan pada 4 Desember. Akibat bencana itu ratusan rumah hancur, beberapa desa teriosalasi karena jembatan yang menjadi penghubung putus.

Di tempat yang sama, Ketua SIGAP Pasundan Dedy mengapresiasi Indonesia CARE yang berinisiatif membersamai SIGAP turun ke lokasi bencana. "Kolaborasi kemanusiaan ini akan saling menguatkan di lapangan. Kami juga kerahkan kekuatan relawan maksimal di lokasi terdampak," katanya.

Ketua Medis Respons Indonesia CARE dr Risyad Hasyim menuturkan, ada ratusan penyintas yang antre dalam sehari untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. "Hingga pukul 9 malam tadi masih ada yang datang berobat. Mulai dari luka robek, sesak napas hingga gatal-gatal dikeluhkan para penyintas," ungkapnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore