Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Februari 2024 | 00.56 WIB

Sebanyak 21 Rumah di Desa Tanggung Tulungagung Porak Poranda Akibat Terdampak Angin Puting Beliung

Dampak bencana angin puting beliung yang mengakibatkan atap rumah warga di Tulungagung porak-poranda. (BPBD UNTUK RADAR TULUNGAGUNG)

 
JawaPos.com - Angin kencang yang melanda Kabupaten Tulungagung mengakibatkan puluhan rumah porak-poranda akibat terjangan angin puting beliung pada Sabtu (24/2) lalu.
 
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung mencatat setidaknya ada 21 rumah warga di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, terdampak angin puting beliung.
 
Tidak hanya itu, proses asesmen kerusakan rumah juga terus dilakukan oleh BPBD Kabupaten Tulungagung.
 
 
Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Tulungagung, Tofik Priyadi mengatakan bahwa peristiwa angin puting beliung tersebut terjadi saat hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung.
 
Angin puting beliung yang terjadi pada Sabtu (24/2) pukul 21.00 WIB tersebut berdampak pada sebanyak 21 rumah milik warga sehingga mengalami kerusakan.
 
Melansir dari Radar Tulungagung (Jawa Pos Group), Selasa (27/2), bagian atap dari puluhan rumah tersebut berjatuhan saat diterpa angin kencang.
 
 
Di mana atap dari puluhan rumah tersebut terbuat dari genteng, asbes dan galvalum. Mendapati laporan tersebut, pihaknya langsung mendatangi rumah terdampak untuk melakukan penanganan.
 
"Saat kami tiba, kami memberikan bantuan berupa terpal untuk menutup sementara atap yang berlubang dan memberikan bantuan sembako," kata Tofik Priyadi, Senin (27/2).
 
Sementara itu, untuk tindak lanjut dari bencana, pihaknya hingga saat ini masih melakukan asesmen tingkat kerusakan dan total bantuan yang diperlukan untuk penanganan rumah terdampak.
 
 
Di mana upaya tersebut dilakukan untuk menyediakan bantuan atap bagi rumah yang terdampak oleh angin puting beliung.
 
Selain melalui BPBD, pihaknya juga sudah meminta Pemdes setempat untuk turut membantu memberikan bantuan material bagi rumah terdampak.
 
Terkait hal itu, Pemdes memberikan 10 genteng untuk setiap rumah yang terdampak. Di mana sisanya akan ditutup oleh BPBD Tulungagung.
 
 
"Anggaran untuk bantuan bencana di awal tahun ini sudah terkuras setelah adanya bencana yang sama pada awal bulan Februari 2024 kemarin. Kita masih mengusulkan ke Provinsi dan pusat untuk pemberian bantuan material. Makanya setidaknya pemdes juga bisa membantu," ucapnya.
 
Ternyata, hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Kabupaten Tulungagung tersebut tidak hanya berdampak pada rumah saja, melainkan mengakibatkan tanggul sungai jebol.
 
Diketahui, tanggul sungai yang jebol tersebut yakni selebar 4 meter dengan kondisi air sungai yang surut. Sedangkan untuk penanganan tanggul, proses penutupan tanggul juga telah dilakukan sejak Rabu (26/2).
 
 
Pihaknya juga memastikan bahwa penutupan tanggul dapat selesai secepatnya sehingga ketika terjadi hujan, air sungai tidak tumpah ke permukiman warga.
 
"Hari ini sudah proses penutupam tanggul yang jebol itu, untungnya air sungai sedang surut, tetapi kalau hujan berpotensi naik lagi. Pengerjaan seharusnya selesai hari ini, jadi agar saat hujan, air tidak meluber ke permukiman," pungkasnya.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore