Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Februari 2024 | 00.33 WIB

Pahami Alasan Kenapa Jalan Tol Kediri-Tulungagung Sangat Penting untuk Keberlangsungan Bandara Dhoho

Jalan mengarah ke Bandara Dhoho Kediri (Radar Kediri) - Image

Jalan mengarah ke Bandara Dhoho Kediri (Radar Kediri)

JawaPos.com - Pembangunan proyek Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) agaknya tidak akan sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri.

Pernyataan itu diperkuat dengan fakta bahwa, hingga saat ini pembangunan fisik Tol Kediri - Tulungagung itu masih belum juga berlangsung.

Padahal, rencana awal pembangunan fisik tol akan dimulai pada awal bulan Februari 2024 ini.

Hal itu pun turut dikonfirmasi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi, yang menyebut dimulainya pembangunan jalan tol tersebut masih belum ada tanggal secara pasti. 

“Masih belum ada jadwal pasti kapan tol (ruas bandara, Red) akan dibangun,” ucap Sukadi, seperti yang dikutip Radar Kediri (JawaPos Grup), pada Kamis (1/2).

Meski waktu dimulainya pembangunan tol masih belum pasti, Sukadi optimistis jalan tol tersebut bakal berdiri kokoh dan ditargetkan bisa beroperasi pada November tahun 2024 ini.

Sebab, seperti yang diketahui sebelumnya, Tol Kediri-Tulungagung ini nantinya akan jadi salah satu akses utama jalan tol menuju Bandara Internasional Dhoho Kediri ketika sudah beroperasi. 

Disisi lain, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri Yudha Nur Ari menyebut pembangunan Tol Kediri - Tulungagung menjadi penting bukan hanya semata-mata karena fungsinya yang jadi akses utama ke bandara saja.

Lebih dari itu, menurutnya keberadaan Tol Kediri-Tulungagung ini merupakan satu alternatif jalan yang berfungsi untuk menunjang akses non-tol ke bandara. Sebab, menurutnya akses non tol ke bandara dinilai masih kurang memadai meski telah di perbaiki sedemikian rupa.

Terutamanya akses non tol dari Jalan Jawa. Hingga kemarin, tikungan yang masuk ke Jalan Jawa itu dianggap masih terlalu sempit meski sudah diperlebar.

“Tikungan itu sudah dilakukan pembebasan lalu pelebaran tapi tetap terlalu sempit,” tuturnya.

Selain itu, akses non tol menuju bandara lainnya, yakni Jalan PB Sudirman juga diketahui akan bermuara di satu tikungan yang sama dengan Jalan Jawa, yakni di tikungan Jalan Jawa tersebut.

Melihat kondisi tersebut, Yudha pesimis alur transportasi disana akan berjalan lancar. Sebab, sudah beberapa kali uji coba menggunakan kendaraan besar pun, selalu terjadi kemacetan. “Untuk kendaraan besar bisa saja. Tapi selalu macet,” paparnya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore