Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Januari 2024 | 02.50 WIB

Pernah Terpilih jadi Putra Batik Kabupaten Kediri Tahun 2019, Pria Ini Tak Malu Berjualan Tahu Keliling! Kini Sukses jadi Pengusaha

Agung Wicaksono tidak malu berjualan tahu keliling meski pernah jadi Putra Batik Kabupaten Kediri 2019 (Emilia Susanti/JPRK) - Image

Agung Wicaksono tidak malu berjualan tahu keliling meski pernah jadi Putra Batik Kabupaten Kediri 2019 (Emilia Susanti/JPRK)

JawaPos.com - Salah satu pria asal Desa Winongsari, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri bernama Agung Wicaksono ini sebelumnya pernah terjun di dunia modeling, hingga dinobatkan sebagai Putra Batik Kabupaten Kediri pada 2019.

Meski pernah menjadi Putra Batik Kabupaten Kediri, kehidupan pria yang akrab disapa Agung ini tak seindah saat dirinya menerima penghargaan beberapa tahun silam.

Alumnus SMKN 1 Ngasem ini sempat mengurungkan niatnya untuk mencicipi bangku kuliah meskipun sudah diterima di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta.

"Saya tak bisa ambil karena digandoli sama bapak," kenang Agung, dikutip dari Radar Kediri (Jawa Pos Group), Rabu (24/1).

Akhirnya Agung memutuskan untuk mencari pekerjaan dan diterima di salah satu minimarket.

"Lama-lama saya tak betah karena disuruh-suruh terus. Akhirnya ketemu teman saya, bapaknya usaha tahu," kenangnya.

Dari tempat orang tua temannya, Agung akhirnya belajar untuk membuat tahu. Dia mencermati setiap proses pembuatan tahu hingga dirinya bisa memproduksi sendiri tahu.

Tidak berhenti di situ, bagi pemula seperti Agung, memasarkan produk tahun yang sudah dibuatnya justru menjadi tantangan yang tak mudah untuk dirinya.

"Itu saya keliling ke desa-desa. Masih awal-awal sampai keempat desa. Itu pun hari pertama cuman laku sepuluh biji," kenang Agung.

Pria yang memiliki tinggi badan 164 sentimeter ini tak menyerah begitu saja. Meski seminggu pertama dirinya hanya bisa menjual tahu 10 biji, tahu yang tak terjual di hari itu dipasarkan lagi keesokan harinya. Bahkan terkadang dibantu oleh temannya.

Saat itu Agung juga masih malu-malu dalam menjual tahu. Apalagi ketika berjualan pembelinya kebanyakan ibu-ibu yang suka mengajaknya ngobrol.

"(Ibu-ibu itu) kalau manggil mas ganteng.. mas ganteng," ceritanya dengan tersipu malu.

Meski pernah menjadi Putra Batik Kabupaten Kediri, Agung tidak pernah merasa malu melakoni semuanya. Dirinya tidak pernah memperdulikan cibiran dan pandangan orang-orang yang ada di sekitarnya.

"Nggak malu sama sekali. Selama halal ya nggak masalah," ucapnya dengan percaya diri.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore