Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Oktober 2023 | 22.33 WIB

Festival Pertunjukan Cerita Panji Anak-Anak dan Remaja, Meriahnya Penonton serta Catatan Dewan Pengamat

Festival Pertunjukan Cerita Panji Anak-Anak dan Remaja 2023 diselenggarakan di Jogjakarta, Kediri, Malang, Pasuruan, dan Solo, 7 sampai 28 Oktober. - Image

Festival Pertunjukan Cerita Panji Anak-Anak dan Remaja 2023 diselenggarakan di Jogjakarta, Kediri, Malang, Pasuruan, dan Solo, 7 sampai 28 Oktober.

JawaPos.com—Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan gelar Festival Pertunjukan Cerita Panji Anak-Anak dan Remaja 2023. Kegiatan itu diselenggarakan memeriahkan ASEAN Panji Festival 2023 pada 7 sampai 28 Oktober di Jogjakarta, Kediri, Malang, Pasuruan, dan Solo.

Koordinator Kelompok Kerja Diplomasi Budaya Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbudristek Yusmawati mengatakan, kegiatan itu untuk sosialisasi cerita Panji di Indonesia. Sebab, masih banyak yang belum mengenal cerita tersebut.

”Rangkaian festival Panji merupakan upaya kita bersama untuk merawat cerita ini dan menyebarluaskan lebih jauh lagi ke dunia internasional,” ujar Yusmawati.

Festival Pertunjukan Cerita Panji Anak-Anak dan Remaja terbuka untuk umum dan diikuti kelompok/sanggar/komunitas/desa dari seluruh Indonesia. Untuk kategori anak-anak rentang usia 6 sampai 12 tahun dan remaja 13 hingga 18 tahun.

Setelah proses seleksi selesai, terpilih 10 (sepuluh) grup kategori anak-anak dan 20 (dua puluh) grup kategori remaja melaju ke babak final. Peserta menampilkan karya di atas panggung secara langsung. Karya video yang dipilih mengusung topik cerita Panji sesuai dengan cerita yang berkembang di daerah masing-masing.

Babak final dilaksanakan pada 10 sampai 12 Oktober di Studio TV Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Seluruh peserta dari masing-masing kategori menampilkan karya terbaik di hadapan lima Dewan Pengamat. Yakni Sulistyo S. Tirtokusumo, Henri Nurcahyo, Koes Yuliadi, Ely Andra Widharta, dan Wiyono Undung Wasito. Para pengamat merupakan pegiat seni Panji yang telah lama berkecimpung di dunia seni pertunjukan.

Selama tiga hari berlangsung, ratusan penonton memadati Studio TV Universitas Brawijaya. Ada orang tua, remaja, hingga anak kecil. Semuanya kompak bertepuk tangan ketika peserta favoritnya tampil.

Catatan Dewan Pengamat

Pengamatan dilakukan untuk memilih kreator terbaik melalui beberapa aspek. Di antaranya koreografi/penyutradaraan, pemeran, harmoni, dramatik, kreativitas, iringan, rias, dan busana. Henri Nurcahyo, salah satu dari lima Dewan Pengamat menyampaikan catatan untuk peserta kategori anak-anak setelah proses sidang Dewan Pengamat.

Dia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para peserta dari luar Jawa. Seperti dari Palangkaraya (Kalimantan Tengah), Maros (Sulawesi Selatan), dan Bali, yang bersedia hadir ke kota Malang, Jawa Timur, untuk mengikuti acara ini dengan semangat dan tampil maksimal.

Dari sisi konten, para peserta menyajikan pertunjukan dengan beberapa klasifikasi. Peserta menampilkan cerita Panji apa adanya sebagaimana yang sudah ada sebagai karya sastra atau dongeng di masyarakat tanpa perubahan. Kedua, peserta melakukan modifikasi dan mengembangkan kreativitas dari cerita asli dengan menyesuaikan kondisi dan situasi kekinian. Ketiga, ada yang sama sekali atau tipis kadar Panjinya, tetapi disajikan dengan kesungguhan untuk mengangkat dan memperkenalkan cerita lokal dari daerah.

Setelah menyandingkan 10 karya kategori anak-anak, Dewan Pengamat menyampaikan catatan khusus. Peserta yang telah menunjukkan kemampuan sutradaranya dalam merangkum beberapa unsur sekaligus, yaitu teater, tari, pembabakan, busana, rias, dan sajian wayang golek menjadi suatu garapan utuh. Di samping itu, para pemainnya tampil dengan kemampuan penguasaan garapan yang merata dan luar biasa untuk ukuran anak-anak yang masih usia Sekolah Dasar.

Hal itu disajikan Sanggar Tari Solah Wetan dari Ponorogo dengan karya Sayembara Dewi Songgo Langit. Dewan Pengamat juga memberikan catatan terhadap peserta yang menghadirkan sebuah pertunjukan yang relatif berbeda dengan lainnya, tampil kreatif dalam bentuk sajian karya tari, disertai dialog yang ditembangkan, dan iringan musik minimalis, tetapi mengena sehingga menjadi pertunjukan yang menarik dan terasa puitis bagaikan mantra. Hal itu dilakukan Nrithya Graha Siwanatraja dari Bali dengan karya berjudul Panji Sekar Emas.

Dewan Pengamat menyaksikan ada peserta yang mengedepankan gaya permainan anak-anak yang sangat kental dengan sajian yang bagus dan sudut pandang yang berbeda dengan lainnya. Hal itu dihadirkan PPST SDN Purwantoro 2 Kota Malang dengan karya berjudul Jaruman Atat.

Dewan Pengamat juga melihat ada peserta yang tampil dengan koreografi dan kemampuan tari yang bagus sehingga menjadi bagian yang kuat dalam pertunjukannya, yaitu Sanggar Bethari Jombang dengan judul Panji Laras.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore