Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Desember 2025 | 05.55 WIB

Ngeri! Detik-Detik Longsor di Jalur Ikonik Kelok 9 Terekam Kamera Warganet, Ini Penjelasan Polisi

Hujan deras memicu longsor di area proyek Flyover Kelok 9 Limapuluh Kota. (Padang Ekspres) - Image

Hujan deras memicu longsor di area proyek Flyover Kelok 9 Limapuluh Kota. (Padang Ekspres)

JawaPos.com-Penanggulangan bencana di Sumatera Barat (Sumbar) belum sepenuhnya tuntas. Namun ancaman banjir dan longsor masih di depan mata.

Terbaru, rekaman video dari kamera milik warganet menunjukkan detik-detik mengerikan saat longsor terjadi di Fly Over Kelok 9, Kabupaten Limapuluh Kota. Berdasar pemberitaan Padang Ekspres (Jawa Pos Group), longsor terjadi di lokasi perbaikan Fly Over Kelok 9 yang sebelumnya terdampak longsor.

Menurut Kasatlantas Polres Limapuluh Kota Iptu Zarwiko Irzal, longsor terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Rekaman video kamera warganet yang beredar luas di media sosial menunjukkan detik-detik saat longsor terjadi.

Sempat terlihat beberapa kendaraan yang masih melintas sebelum material longsor meluncur deras. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka pasca longsor tersebut.

”Longsor terjadi di tebing yang sedang dikerjakan. Material yang terbawa berupa tanah, batu kecil, serta kayu-kayu proyek yang jatuh ke bagian bawah,” ungkap Zarwiko pada Rabu malam.

Meski sempat memicu kepanikan, Zarwiko memastikan bahwa longsor di jalur penghubung Sumbar dan Riau maupun sebaliknya itu tetap dibuka. Dia menyebut, tidak ada gangguan arus lalu lintas pasca longsor. Sebab, material longsor meluncur ke bagian bawah area proyek dan tidak sampai tumpah ke badan jalan.

”Arus kendaraan tetap berjalan normal. Material tidak sampai ke badan jalan karena area pekerjaan telah dilengkapi pembatas berupa pagar seng,” imbuh Zarwiko.

Sebagai langkah antisipasi, Satlantas Polres Limapuluh Kota telah mengerahkan tim ke lokasi longsor. Mereka juga sudah berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar. Tujuannya untuk memastikan kondisi jalur tersebut tetap aman dilalui kendaraan.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa 2 daerah di Sumbar memperpanjang status tanggap darurat. Yakni Kota Padang dan Pasaman Barat. Menurut dia itu dilakukan karena terjadi bencana susulan. 

”Kota Padang mengalami banjir susulan beberapa hari yang lalu sehingga status tanggap darurat masih diperpanjang,” imbuh Abdul Muhari.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore