Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 September 2025 | 18.49 WIB

Kisah Pilu Keluarga Hendra, Tewas Bersama Istri dan Anaknya dalam Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Jalur Wisata Gunung Bromo

Kondisi bus pariwisata yang muat rombongan RS Bina Sehat Jember usai kecelakaan maut di jalur Bromo Boto, Probolinggo. Gubernur Jatim Khofifah sampaikan duka cita. (Inneke Agustin/ Radar Bromo) - Image

Kondisi bus pariwisata yang muat rombongan RS Bina Sehat Jember usai kecelakaan maut di jalur Bromo Boto, Probolinggo. Gubernur Jatim Khofifah sampaikan duka cita. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)

JawaPos.com - Rombongan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat Jember mengalami nasib tragis. Niat liburan bersama keluarga pada Minggu (14/9) kandas di tengah jalan. Bus parwisata IND’s 88 yang mereka tumpangi mengalami rem blong di Jalur Wisata Gunung Bromo. Akibatnya kecelakaan maut terjadi. Sebanyak 8 korban meninggal dunia. Termasuk Hendra Pratama dan keluarganya. 

Dalam perjalanan itu, Hendra yang berasal dari Jember turut serta bersama istrinya, Wardatus Soleha, dan putrinya berusia 7 tahun, Aiza Fahrani Agustin. Kerabat Hendra mengaku sangat kaget ketika mendapat informasi ihwal kecelakaan bus pariwisata tersebut. Sebab, Hendra berangkat satu keluarga, bersama anak dan istrinya. 

”Korban meninggal atas nama Hendra beserta istri dan putri keduanya. Mereka masih kerabat keponakan saya,” ungkap Taufik Hidayah, kerabat Hendra, dikutip dari Radar Surabaya (Jawa Pos Group), pada Senin (15/9). 

Taufik mengaku, sebelum kecelakaan terjadi dia sempat melihat unggahan pada status WhatsApp keluarga Hendra. Dia menyatakan bahwa Wardatus Soleha sempat berfoto bersama suami dan putrinya di atas Jeep dengan latar foto Gunung Bromo. Tidak lama setelahnya, dia mendapat kabar bahwa bus yang ditumpangi Hendra dan keluarga mengalami kecelakaan. 

”Pagi saya masih melihat histori di WhatsApp istrinya, mereka berfoto di atas Jeep berlatar Gunung Bromo. Namun siangnya ada informasi bus yang ditumpangi bersama teman-temannya dari RS Bina Sehat mengalami kecelakaan saat pulang,” terang dia.

Hendra dan keluarga turut serta dalam rombongan wisata yang berangkat sejak Sabtu (13/9). Di Rumah Sakit Bina Sehat Jember, Hendra bertugas sebagai customer service. Sementara istrinya bertugas di rumah sebagai ibu rumah tangga yang juga mengelola kios ponsel. Jenazah Hendra, istri, dan anaknya dimakamkan di Desa Serut, Kecamatan Panti, yang merupakan tempat asal istri Hendra. 

”Istrinya memang asli Desa Serut. Rencana dimakamkan di sana,” kata Taufik. 

Kecelakaan maut yang terjadi di Jalur Wisata Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) terjadi kemarin siang. Bus yang ditumpangi rombongan wisatawan asal Jember itu kehilangan kendali saat melintas di jalur menurun yang curam. Berdasar pengakuan sopir, bus tersebut mengalami rem blong hingga meluncur kencang menabrak tembok rumah warga sampai terguling. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore