Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Juli 2025 | 21.40 WIB

Mobil Dinas Divisi Propam Polres Tapanuli Selatan Terlibat Tabrak Lari, Netizen Geram Mobil Dinas Dipakai Pacaran

Viral mobil Propam Polri dipakai bocah untuk pacaran. (Platform X) - Image

Viral mobil Propam Polri dipakai bocah untuk pacaran. (Platform X)

JawaPos.com-Kelakuan absurd oknum yang diduga keluarga polisi kembali mencoreng institusi Polri. Kali ini, sebuah mobil dinas Divisi Propam Polres Tapanuli Selatan terekam kamera melakukan aksi tabrak lari.

Makin bini miris, mobil yang dibiayai dari pajak rakyat tersebut dikendarai oleh dua sejoli muda-mudi yang bukan anggota polisi. Yang berada di bali kemudi mobil adalah seorang remaja dengan pacarnya.

Peristiwa terjadi di kawasan Jalan Pandu, Simpang, Palangkaraya. Dalam video yang diunggah oleh akun X (dulu Twitter) @heraloebss, terlihat seorang perempuan marah-marah sambil menghadang mobil dinas Propam yang mencoba kabur setelah menyerempet kendaraannya.

“Kepala otak kau lari, setan kau, ya!,” sembur si wanita perekam, yang emosinya tampak sudah sampai ubun-ubun. Ia meminta nomor orang tua pengemudi, yang ternyata seorang pria muda dengan seorang cewek di kursi sebelahnya, mirip adegan pacaran, bukan patroli.

Sontak saja, publik langsung menyimpulkan: mobil dinas dipakai buat pacaran, bukan buat tugas. Netizen pun murka. Banyak yang menyoroti betapa mudahnya fasilitas negara disalahgunakan oleh keluarga aparat.

"Mobil dinas Propam dipakai buat gaya-gayaan anak-anak, kok bisa? Di mana pengawasannya? Ini bukan rental, bung!" tulis salah satu netizen.

Dalam video lanjutan, perempuan dalam mobil sempat turun dan membantah kabur. Tapi suasana makin panas. "Udah nabrak lagi, sial, gila ya. Ini yang bawa kayaknya anak-anak," seru perekam dengan nada tinggi.

Yang bikin lebih geram, sampai saat ini belum ada satu pun klarifikasi resmi dari pihak Divisi Propam Polres Tapanuli Selatan atau dari pihak kepolisian secara umum. Padahal, citra institusi mereka sudah terjun bebas gara-gara kasus tersebut.

Fenomena semacam ini bukan pertama kali terjadi. Penggunaan mobil dinas untuk urusan pribadi, gaya-gayaan, bahkan pacaran, sudah jadi 'penyakit lama' yang makin bikin masyarakat muak. 

Polisi bukan cuma dituntut taat hukum, tapi juga jadi teladan. Tapi kalau mobil dinas aja bisa jadi kendaraan cinta-cintaan, gimana publik mau percaya?

Kita tunggu, apakah kasus ini akan "diurus secara internal" dan menguap begitu saja, atau publik bisa berharap sedikit keadilan dari kejadian yang sudah terlanjur viral tersebut. Netizen sudah bosan disuguhi akrobat moral dari institusi yang seharusnya menegakkan disiplin ini tapi malah lebih sering melanggar hukum. Ironis! (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore