
Mobil ambulans saat membawa jenazah korban longsor di Gunung Kuda Cirebon, Senin (2/6). (Fathnur Rohman/Antara)
JawaPos.com–Tim Search And Rescue (SAR) gabungan memfokuskan pencarian pada sektor kiri batu besar di area tambang galian C Gunung Kuda Cirebon, untuk menemukan empat korban yang diduga masih tertimbun longsor sejak lima hari lalu.
Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon Letkol Inf Mukhammad Yusron mengatakan, pencarian hari ini (3/6), difokuskan ke sektor kiri batu besar. Berdasar informasi dari Unit Polsatwa K9 Polda Jabar yang mengerahkan anjing pelacak, terdeteksi adanya tiga titik yang diduga lokasi jenazah di sektor tersebut.
”Kalau melihat pelacakan K9, ada tiga titik indikasi jenazah di kiri batu besar. Hari ini kami kerahkan upaya penuh ke sektor kiri,” kata Mukhammad Yusron seperti dilansir dari Antara.
Menurut dia, titik sektor kiri memiliki aroma menyengat yang mulai tercium personel di permukaan, sehingga memperkuat dugaan keberadaan korban dan mempermudah pelacakan K9.
”Bau yang menyengat itu jadi indikator kuat. Kami saja sudah mencium, apalagi anjing pelacak K9. Ini menjadi panduan awal kami di lapangan,” tutur Mukhammad Yusron.
Namun, kata dia, sektor kiri tersebut memiliki risiko tinggi karena di atas batu besar masih terdapat tumpukan pasir dan batu lepas yang dapat memicu longsor susulan jika terguncang alat berat.
Meski begitu, Yusron memastikan seluruh tim tetap melanjutkan pencarian dengan prosedur ketat. Jalur evakuasi cepat pun disiapkan jika sewaktu-waktu terjadi tanda-tanda pergerakan tanah.
”Kalau dibilang aman, tidak bisa. Kami memang bekerja dalam risiko sejak awal. Yang utama adalah keselamatan personel. Kalau ada tanda bahaya, kami langsung mundur,” tandas Mukhammad Yusron.
Selain sektor kiri, pihaknya mengupayakan proses pencarian di titik kanan pada area longsor di Gunung Kuda. Tim gabungan juga mendapat dukungan teknis dari Kementerian ESDM melalui penggunaan alat total station yang membantu pemetaan dan pengawasan kestabilan medan pencarian.
”Kolaborasi dengan inspektur tambang dari ESDM sangat penting, terutama untuk mengantisipasi pergerakan tanah yang tidak terlihat kasat mata,” ucap Mukhammad Yusron.
Dia menyebutkan, berdasar pendataan terakhir, total ada 21 jenazah korban yang telah ditemukan dan dievakuasi usai kejadian longsor di Gunung Kuda sejak Jumat (30/5). Pada hari kelima ini diawali dengan apel pengecekan personel dan peralatan, dilanjutkan doa bersama agar seluruh tim diberi keselamatan selama proses pencarian di medan yang rawan longsor susulan.
”Kami awali dengan tawasul atau doa bersama, supaya selama proses ini selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Ini bagian dari SOP kami setiap hari,” ucap Mukhammad Yusron.
Sementara itu merujuk data dari BPBD Jabar, berikut ini jumlah korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi dan diidentifikasi.
Andri (41 tahun), warga Desa Padabenghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.
Sukadi (48 tahun), Desa Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
