Kegiatan gerakan pangan murah yang digelar oleh Pemkot Kediri secara Drive Thru atau layanan tanpa turun di Kediri, Jawa Timur. (ANTARA/HO-Pemkot Kediri)
JawaPos.com - Kediri, Jawa Timur - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, telah meluncurkan program gerakan pangan murah (GPM) sebagai langkah tanggap terhadap perubahan harga-harga bahan pokok di pasar saat ini.
Kegiatan gerakan pangan murah dilaksanakan dalam format Drive Thru, memungkinkan pembeli untuk menerima layanan tanpa harus keluar dari kendaraan mereka.
Melansir ANTARA, Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, Moh. Ridwan, sejumlah komoditas bahan pokok telah dipersiapkan untuk kegiatan ini. Ridwan menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengendalikan harga-harga pangan di pasar.
"Beberapa komoditas yang harganya masih relatif tinggi atau di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah kami upayakan untuk diadakan gerakan pangan murah. Ini dilakukan agar masyarakat bisa mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sehingga bisa meminimalisasi keresahan di masyarakat," katanya.
Ridwan menjelaskan bahwa mereka terus memantau harga harian di pasar, terutama untuk komoditas seperti bawang merah, gula pasir, dan beras medium yang tetap stabil namun berada pada level harga yang tinggi. Itulah sebabnya, mereka merasa perlu melakukan intervensi dengan menggelar GPM hari ini.
"Kami selalu pantau harga secara harian di pasar dan tampaknya komoditas bawang merah, gula pasir, dan beras medium masih stabil dengan harga di level tinggi. Untuk itu kami merasa perlu untuk diadakan intervensi dengan menggelar GPM hari ini," katanya.
Ridwan juga menekankan bahwa stok komoditas pangan di Kota Kediri setelah Lebaran terbilang aman. Namun, pemerintah setempat tetap siap mengadakan kegiatan serupa jika terjadi kenaikan harga.
Ridwan menjelaskan bahwa mereka bersiap untuk mengadakan GPM jika terjadi kenaikan harga komoditas pangan. Pusat produksi bawang merah berada di Jawa Timur, terutama di Probolinggo dan Nganjuk, saat ini panen masih sedikit.
Karena itu, mereka mengimpor bawang merah dari luar Jawa untuk memastikan pasokan ke Kota Kediri tetap mencukupi dan stabil.
"Jika ada komoditas pangan yang harganya tinggi kami adakan GPM. Untuk bawang merah memang sentra bawang merah ada di Jawa Timur khususnya di Probolinggo dan Nganjuk, namun saat ini belum banyak yang panen. Untuk itu, kami mengambil stok bawang merah dari luar Jawa sehingga pasokan untuk Kota Kediri bisa tercukupi dan stabil," katanya.
Dalam kegiatan GPM ini, stok beras medium, gula pasir, dan bawang merah dikelola oleh Bulog Kediri, distributor pangan, dan tingkat pengecer. Pembelian bahan pangan dibatasi maksimal 2 bungkus untuk beras medium, 2 kilogram untuk gula pasir, dan 1 kilogram untuk bawang merah.
Beras medium kemasan 5 kilogram dijual dengan harga Rp52.000 per karung, gula pasir Rp15.500 per kilogram, dan bawang merah Rp40.000 per kilogram.
Ridwan menyampaikan bahwa mereka membatasi pembelian agar lebih banyak masyarakat yang dapat mengakses barang dengan harga murah yang ditawarkan hari ini.
"Barang yang kami jual dengan harga murah, maka untuk pemerataan stok pembelian dibatasi agar masyarakat banyak yang bisa mengakses dan mendapatkan barang murah yang kita jual hari ini," katanya.