
Potret pembangunan jembatan Jongbiru-Mrican dari udara. Jembatan yang digadang menjadi akses vital penunjang Bandara Internasional Dhoho ini tengah dikebut pelaksana proyek. (Foto: WAHYU ADJI/JPRK)
JawaPos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri terus mengupayakan penyelesaian pembangunan fisik Jembatan Jongbiru.
Hal ini perlu dilakukan, karena nantinya jembatan tersebut akan menjadi salah satu alternatif akses non tol menuju Bandara Internasional Dhoho Kediri.
Selain itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sukadi menyebut, pembangunan jembatan itu juga menjadi jalur pengurai kemacetan dari arah Kota Kediri.
“Jalur tersebut akan menjadi pengurai kemacetan. Juga menjadi jalur utama untuk wilayah Kediri timur ke bandara,” pungkasnya.
Diketahui, proyek pembangunan Jembatan Jongbiru yang dikerjakan oleh PT. Dwi Mulyo Lestari itu menghabiskan anggaran sebesar Rp 25,46 miliar.
Jembatan tersebut nantinya akan memiliki spesifikasi panjang 133,94 meter dan lebar sembilan meter. Lalu, material rangka jembatan akan terbuat dari baja yang kokoh.
Dalam rencananya, pembangunan Jembatan Jongbiru itu harus diusahakan untuk rampung pada tanggal 1 Mei 2024, atau sekitar dua bulan lagi.
Dilansir Radar Kediri (JawaPos Grup), Senin(4/2), sementara itu hingga kemarin (3/3), progres pembangunannya masih kurang 40 persen lagi.
“Sampai saat ini sudah mencapai angka sekitar 60 persen,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama.
Meski pekerjaan rumah masih tersisa 40 persen lagi, Irwan menjelaskan jika progres pembangunan jembatan masih on the track alias sesuai rencana.
Artinya, jembatan diprediksi bisa rampung tepat waktu. Dia berharap, akses jalan non tol ini sudah dapat dilewati kendaraan umum pada 2 Mei mendatang.
Disisi lain, Pelaksana dan Pengawas Lapangan Pembangunan Jembatan Jongbiru Anugerah Dwi Pamungkas juga menyebut pembangunan jembatan relatif lancar.
Menurutnya, pembangunan masih dikebut pada beberapa sektor. Mulai dari pemasangan pondasi pier satu dan dua, hingga proses pengecoran abutmen juga masih terus berlanjut.
Selain itu, perakitan ereksen atau rangka jembatan pun sedang dilakukan. Pengecoran rigid pavement di sisi selatan juga sudah mulai dilakukan.
“Proses pengerjaan masih terus berlanjut. Saat ini kami masih fokus melakukan pengecoran dasar sungai,” katanya.
Meski diakuinya berjalan lancar, dia pun tak dapat memungkiri bahwa ada sedikit kendala dalam pembangunan jembatan Jongbiru. Kendalanya yakni terkait musim penghujan.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
