Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Januari 2024 | 22.07 WIB

Gelontorkan Puluhan Miliar, Revitalisasi Kraton Surakarta Dimulai Tanpa Merusak Keaslian Kawasan Cagar Budaya

Alat berat mengeruk kawasan Alun-Alun Utara Keraton Solo. Proyek revitalisasi kawasan bersejarah tersebut dimulai. - Image

Alat berat mengeruk kawasan Alun-Alun Utara Keraton Solo. Proyek revitalisasi kawasan bersejarah tersebut dimulai.

JawaPos.com – Revitalisasi Kawasan Kraton Surakarta sempat molor usai adanya sejumlah perubahan yang terjadi dari kesepakatan awal, seperti pembatalan penggunaan pasir untuk alun-alun dan kesepakatan dengan kandang kebo bule.

Ketua Lembaga Dewan Adat, GKR Wadasari, mengatakan, revitalisasi kawasan Kraton Surakarta yang meliputi kawasan Gladak, Alun-alun Utara, dan Alun-alun Selatan. Pihaknya pun telah mengadakan pertemuan dengan pelaksana proyek dan Pemerintah Kota Solo.

"Kami habis rapat di kraton dengan Dinas PUPR, BPCB, BPK ada juga KPK. Intinya menyetujui mana-mana saja sesuai gambar itu yang disepakati," ucapnya.

Mengutip Radar Solo (Jawa Pos Group), revitalisasi Kawasan Kraton Surakarta seharusnya dilakukan sejak pertengahan tahun 2023 dengan rampungnya paparan detail engineering design (DED) penataan di dua alun-alun dan koridornya.

Pasalnya pada lelang pertama pada September 2023 gagal karena pemenang tidak dapat memenuhi persyaratan sehingga perlu mencari tender ulang dan baru selesai pada akhir Desember. Proyek ini pun menggunakan dana senilai Rp 29 miliar sesuai hasil akhir lelang yang sebelumnya berdasarkan nilai pagu mencapai Rp 36,7 miliar.

"Kontraknya baru rampung Desember 2023. Jadi, kami ke lapangan baru di awal Januari ini. Nilai kontraknya jadi Rp 29 miliar koma sekian lah," terang Kepala Balai Perencana Pembangunan Wilayah Jawa Tengah KemenPUPR Kuswara, Minggu (21/1).

Pada tahap awal, proyek ini berfokus pada persiapan lahan, material, dan alat berat yang digunakan untuk melakukan revitalisasi. Proses revitalisasi pun tidak dapat dilakukan sembarangan dengan melibatkan ahli agar tidak merusak keaslian objek cagar budaya.

Proses ini melibatkan berbagai pihak, seperti Dinas PUPR, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), BPK, dan juga KPK. Selain itu, untuk mengawali proses revitalisasi dilakukan prosesi Wilujengan pada Sabtu (20/1). "Wilujengan ini merupakan tradisi adat. Berupa nyuwun lillah untuk 'memberitahu' leluhur bahwa akan ada pembenahan alun-alun utara dan selatan," ucap GKR Wandansari.

Kraton Surakarta pun melakukan komunikasi dengan pelaksana proyek supaya tidak mengurangi fungsi kraton sebagai living heritage.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore