
Masjid Raya Sumatera Barat di Kota Padang
JawaPos.com–Masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) dihebohkan dengan tindakan represif aparat kepolisian yang diduga memasuki tempat ibadah di Masjid Raya Sumbar, dengan menggunakan sepatu. Tindakan itu dilakukan jajaran Polda Sumbar kepada warga Air Bangis yang melakukan aksi unjuk rasa menolak proyek strategis nasional (PSN) di kantor Gubernur Sumbar.
Pengurus Harian Masjid Raya Sumbar Yuzardi Ma'ad memberikan klarifikasi terkait beredarnya video tersebut. Dia menegaskan, polisi tidak masuk ke ruang ibadah, melainkan hanya aula serbaguna masjid di lantai satu.
”Memang hari kemarin itu dipulangkan mereka, disediakan mobil-mobilnya, alhamdulillah dipulangkan. Tapi ada video dimasukkan ke medsos aparat kepolisian masuk ke masjid pakai sepatu. Itu tidak benar, tempat yang dimasuki aparat kepolisian itu adalah aula masjid bukan tempat salat, kalau tempat salat di lantai dua,” kata Yuzardi dihubungi JawaPos.com, Minggu (6/8).
Yuzardi menyatakan, warga Air Bangis yang melakukan aksi unjuk rasa memang menetap di aula Masjid Raya Sumbar, di lantai satu. Namun, aula masjid raya tidak digunakan untuk ibadah. Mereka menggunakan bekas karpet masjid yang sudah usang untuk beristirahat.
”Kalau ada yang masuk (ruang ibadah di lantai dua) saya menindak dia, nyawa saya, saya serahkan itu kan,” tegas Yuzardi.
Para jamaah masjid, kata Yuzardi, mengeluhkan keberadaan massa aksi yang sudah menginap selama enam hari, sejak Senin (31/7) sampai Sabtu (5/8). Sebab, keberadaan ribuan orang itu mengakibatkan tempat untuk berwudu masjid raya kotor. Hal itu karena terbatasnya ketersediaan kamar kecil, yang mengakibatkan para massa aksi itu buang air sembarangan.
”Ya, kalau satu dua hari tidak masalah. Kalau sudah lama seperti itu, karena tempat wudu tidak bersih lagi. Karena ada yang buang hajat, kalau dia buang hajat harusnya di tempatnya,” tegas Yuzardi.
Oleh karena itu, Yuzardi mengaku pihaknya sempat meminta koordinator lapangan massa aksi untuk mencari tempat lain. Namun, permintaan itu tak diindahkan. Karena itu, dirinya meminta bantuan aparat kepolisian dan Pemprov Sumbar agar aula masjid tidak bisa digunakan terus-menerus untuk menampung massa aksi.
”Mula-mula kita negosiasi ke koordinator untuk cari tempat lain tapi tidak mau. Sudah kita coba, ini masjid kalau seperti ini terganggu orang. Tapi koordinator tidak bisa cari tempt lain,” ujar Yuzardi.
Menurut Yuzardi, aparat kepolisian tidak memasuki area tempat ibadah. Melainkan hanya aula serbaguna masjid. Sebab, saat peristiwa itu terjadi, dia ikut melakukan pengawalan.
”Yang paling penting, aparat yang masuk ke ruangan aula bukan ruangan salat, kalau ruang salat saya yang marah. Karena ruang salat saya yang jaga. Pada kejadian itu saya yang ngawal,” tukas Yuzardi.
Sebelumnya, massa yang mengikuti aksi demo warga Air Bangis menolak proyek strategis nasional (PSN) di Kantor Gubernur Sumatera Barat dikabarkan ditangkap aparat kepolisian.
Yayasan LBH Indonesia (YLBHI) mengungkapkan, kronologi penangkapan tersebut lewat unggahan YLBHI pada akun media sosial Instagram. Peristiwa bermula saat 1.500 warga Air Bangis melakukan aksi demo penolakan PSN pada Senin (31/7) di Kantor Gubernur Sumbar. Mereka menuntut bertemu dengan Gubernur Sumbar Mahyeldi.
”Tuntutan masyarakat bertemu Gubernur Sumbar dialog langsung. Namun hingga Jumat (4/8), Gubernur Sumbar tak pernah menemui masyarakat yang demonstrasi. Gubernur malah menemui massa tandingan dan bersilaturahmi saat salat subuh,” demikian keterangan dalam unggahan itu, Minggu (6/8).
Belum juga bisa bertemu dengan Gubernur Sumbar, pada Jumat (4/8) Wakil Bupati Pasaman Barat bersama Polresta Padang mengajak warga Air Bangis pulang ke rumah masing-masing. Bahkan, mereka juga sudah menyiapkan bus untuk membawa warga.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
