
Sultan Aloeda II R Raharjo Djali.
JawaPos.com–Keraton Kasepuhan Kota Cirebon gelar acara buka bersama pada Sabtu (8/4). Selain buka bersama Keraton Kasepuhan juga membagikan paket sembako untuk warga sekitar.
Sultan Aloeda II R Raharjo Djali menyatakan, kegiatan itu sebagai upaya mempertahankan dan melestarikan tradisi. Menurut dia, buka bersama dan pemberian santunan Ramadan itu sebagai bentuk kepedulian kepada warga sekitar terutama warga kurang mampu.
”Kami ingin meringankan beban ekonomi warga dengan pemberian bantuan. Mudah-mudah mereka lebih khususk menjalankan ibadah pada Bulan Suci Ramadan ini,” ujar Sultan Aloeda II.
Menurut Sultan kegiatan kali ini lebih istimewa dengan kedatangan Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti. Sultan mengajak LaNyalla berkiling melihat kondisi Keraton Kasepuhan.
”Tadi melihat-lihat kompleks keraton. Di antaranya Langgar Agung, Sumur Kejayaan. Tidak sempat ke seluruh kompleks karena waktu terbatas,” terang Sultan Aloeda II.
Setelah buka bersama kemudian salat maghrib, lanjut dia, ketua DPD bercengkerama dengan keluarga keraton dan sejumlah tamu undangan. Selanjutnya setelah salat Isya, ketua DPD RI berziarah ke makam Sunan Gunung Jati.
”Di sana beliau akan melakukan salat malam dan beberapa ritual ibadah Ramadan,” ucap Sultan Aloeda II.
Dia berharap dengan kunjungan tersebut akan makin besar lagi perhatian pemerintah pusat dan daerah terhadap eksistensi Keraton Kasepuhan sebagai penjaga warisan budaya di Cirebon.
”Beberapa bagian keraton mengalami kerusakan. Ini butuh bantuan pemerintah sebagai upaya pelestarian sejarah dan budaya serta mempertahankan kearifan lokal Cirebon,” tutur Sultan Aloeda II.
Mengenai konflik internal keluarga Keraton Kasepuhan, Sultan Aloeda II menyakan, sudah ada keputusan atau ketetapan dari Mahkamah Agung terkait siapa yang berhak menduduki tahta. Sultan meminta semua pihak yang tidak mempunyai hak untuk meninggalkan keraton. Pihaknya akan menempuh upaya tegas namun tetap dalam batas-batas kemanusiaan.
”Bagaimana pun kan masih keluarga. Namun sikap tegas harus ditegakkan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” ucap Sultan Aloeda II.
”Ini juga sebagai upaya menjaga marwah Keraton Kasepuhan,” tambah dia.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
