Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Maret 2021 | 04.22 WIB

Ada KIPI, Vaksinasi dengan AstraZeneca di Sulut Dihentikan Sementara

Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut dr Steven Dandel MPH. Antara - Image

Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut dr Steven Dandel MPH. Antara

JawaPos.com–Vaksinasi Covid-19 menggunakan vaksin AstraZeneca di Provinsi Sulawesi Utara dihentikan sementara. Hal itu dilakukan setelah warga yang divaksin merasakan dampak seperti demam, menggigil, sakit kepala, badan terasa sakit, dan lemas.

”Dihentikan sementara sambil menunggu penjelasan dan pernyataan resmi dari Kementerian Kesehatan dan WHO Perwakilan Indonesia, terkait surat resmi yang kami kirimkan 26 Maret,” sebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Debie K.R. Kalalo seperti dilansir dari Antara di Manado, Sabtu (27/3).

Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut Steven Dandel kemudian mengklarifikasi sejumlah poin terkait dihentikan sementara vaksinasi menggunakan AstraZeneca itu. Dia menyebutkan, hal itu dilakukan sebagai langkah kehati-hatian (precaution).

”Mengingat adanya angka kejadian kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) sebesar lima sampai 10 persen dari total yang divaksin AstraZeneca,” turur Steven.

Dia menjelaskan, KIPI tersebut hadir dalam bentuk gejala demam, menggigil, nyeri badan, nyeri tulang, mual, dan muntah. Dalam Emergency Use Authorization (EUA) vaksin AstraZeneca, sebenarnya telah disebutkan bahwa KIPI itu adalah efek samping (adverse effect) yang sifatnya sangat sering terjadi. Artinya satu di antara 10 suntikan dan sering terjadi (common -1 di antara 10 sampai 1 di antara 100 suntikan).

”Kami perlu mempersiapkan komunikasi risiko kepada masyarakat untuk dapat menerima fakta ini. Supaya tidak terjadi kepanikan di masyarakat,” sebut Steven.

Komunikasi risiko yang diambil, langkah pertamanya, kata dia, didahului dengan investigasi oleh Komda KIPI bersama Dinkes, Kemenkes dan WHO, sebelum dilakukan media release.

”Langkah ini juga perlu dilakukan untuk menyesuaikan pola dan pendekatan vaksinasi terutama yang targetnya adalah unit usaha atau institusi. Supaya tidak dilakukan dalam waktu yang bersamaan terhadap karyawan. Tetapi bertahap, agar unit usaha tidak perlu ditutup kalau ada banyak karyawan yang terdampak KIPI,” ujar Steven.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=h2M2SpY2o1A

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore