Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 September 2020 | 03.15 WIB

Ruang Isolasi Rumah Sakit dan Selter Covid-19 di Ponorogo Penuh

Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni. Istimewa/Antara - Image

Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni. Istimewa/Antara

JawaPos.com–Sejumlah ruang isolasi perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit maupun selter penampungan pasien tanpa gejala yang disediakan Pemkab Ponorogo dalam kondisi penuh dan sudah melampaui kapasitas. Kasus Covid-19 terus meningkat dalam dua pekan terakhir.

Menurut Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni, situasi tersebut harus diantisipasi dengan meningkatkan peran satgas desa. Dalam kurun dua pekan ini, jumlah penambahan kasus konfirmasi 75 orang. Dua di antaranya meninggal sehingga total kematian akibat Covid-19 (berikut komorbidnya) sejak Maret hingga Rabu (23/9) sebanyak 13 orang.

”Jumlah kasus positif secara akumulatif tercatat 385 orang, dengan 288 orang di antaranya sembuh,” terang Ipong Muchlisoni seperti dilansir dari Antara pada Rabu (23/9).

Dia menjelaskan, masih ada 84 orang sampai saat ini menjalani isolasi, baik di ruang perawatan rumah sakit yang ditunjuk menangani kasus Covid-19 maupun di selter atau penampungan sementara pasien Covid-19 berstatus tanpa gejala.

”Saat ini, kasus Covid-19 di Indonesia telah melampaui angka 200 ribu. Indonesia berada di peringkat 23 kasus terbanyak di dunia. Begitu juga di Ponorogo, masih mengalami peningkatan,” ujar Ipong Muchlisoni.

Ipong mengakui, kondisi fasilitas perawatan pasien Covid-19 mulai kewalahan. Kasus yang terus melonjak dan banyaknya pasien yang harus menjalani perawatan membuat RSUD Hardjono yang ditunjuk sebagai rumah sakit penanggulangan Covid-19 melampaui kapasitas.

Hal itu, lanjut Ipong, dipicu banyaknya kasus suspek dan probable yang juga membutuhkan perawatan khusus di ruang isolasi. Begitupun dengan selter Covid-19 di Jalan Trunojoyo, Kota Ponorogo juga terisi penuh pasien konfirmasi Covid-19.

”Saya harapkan mulai saat ini, peran Satgas Desa kembali ditingkatkan. Ruang-ruang isolasi di desa kembali diaktifkan, sehingga pasien-pasien yang tanpa gejala atau dengan gejala ringan bisa diisolasi di desa. Di RS bisa lebih optimal untuk merawat pasien dengan gejala sedang atau berat. Penanganan Covid-19 merupakan tanggung jawab bersama,” kata Ipong.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=K2vZ8HV9T7Y

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore