Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 April 2018 | 20.47 WIB

Solo Pecahkan Rekor Tari Gambyong Terbanyak

MENARI GAMBYONG: Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo dan Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo ikut menari Gambyong, Minggu (29/4). - Image

MENARI GAMBYONG: Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo dan Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo ikut menari Gambyong, Minggu (29/4).

JawaPos.com - Gelaran tari Gambyong yang disajikan di kawasan Jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu (29/4) pagi cukup menyita perhatian masyarakat. Tidak hanya karena jumlah penari yang mencapai 5.035 orang saja, tetapi keluwesan penari juga menarik mata pengunjung.


Apalagi, pagi itu di kawasan tersebut juga digelar Car Free Day (CFD). Bahkan, para penonton sudah sejak pagi memadati kawasan mulai simpang empat Ngapeman sampai Gladak. 


Ribuan penari ini merupakan gelaran yang diadakan Pemkot Solo dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia. Tetapi untuk kali jumlah penari yang dihadirkan jauh lebih banyak dari yang diadakan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 1.000 penari saja.


Tingginya antusiasme warga untuk mengikuti tarian Gambyong ini cukup besar. Terbukti, dari target hanya 5.000 penari, jumlah pendaftar melebihi dari target yakni 5.035. Mereka adalah para pelajar dari SMP, SMA, akademisi dan juga para penari profesional. 


Dengan berbagai pelatihan yang sudah diikuti, sajian para penari jelas memukau para penonton. Bahkan, Wakil Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo dan Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo tidak kalah terpukau.


Tidak hanya itu saja, keduanya bahkan sempat sejenak ikut menari guna memeriahkan gelaran Solo Menari tersebut. Banyaknya penari yang terlibat membuat, gelaran Tari Gambyong ini tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).


"Yang terverifikasi terakhir hanya 5.020 orang, tetapi jumlah yang hadir lebih banyak jadi 5.035 orang. Dan ini kami catatkan sebagai rekor ke-8.434," ungkap perwakilan Muri, Ariyani Siregar kepada JawaPos.com di sela-sela kegiatan, Minggu (29/4).


Sementara itu, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo mengungkapkan, bahwa kegiatan menari massal ini tujuan awalnya bukan untuk mengejar rekor Muri. Melainkan untuk menjaga budaya Jawa ini agar tetap terpelihara sampai generasi penerus. 


"Ini sebagai wujud kepedulian Pemkot terhadap budaya Jawa, nguri-uri tarian tradisional. Jadi bukan hanya untuk rekor Muri," ucapnya.


Pada gelaran tari Gambyong kali ini ada tiga kreasi yang dibawakan. Yakni tari Gambyong 3WMP karya Nanuk Rayahu, kemudian ada tari Gambyong Pareanom karya Ngaliman dan tari pergaulan.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore