Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 April 2017 | 10.15 WIB

Catatan Sadis Andi Lala Sebelum Habisi Nyawa Satu Keluarga

Andi Lala, tersangka pembunuhan satu keluarga di Medan. - Image

Andi Lala, tersangka pembunuhan satu keluarga di Medan.

JawaPos.com - Perbuatan sadis Andi Lala yang menghabisi nyawa orang satu keluarga seperti bukanlah perbuatan pertama dilakukannya. Jauh sebelum itu dia juga pernah berbuat serupa.


Kala itu yang menjadi korban adalah Iwan Kakek, selingkuhan istrinya. Aksi nekat membunuh warga Desa Sumber Rejo, Lubukpakam, Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) itu dilakukannya pada 2015 lalu.


Catatan kelam Andi Lala ini terungkap setelah dia menceritakan kepada penyidik. “Pembunuhan itu Juli 2015. Tepatnya saat bulan Ramadan. Dia membunuh Suherwan karena berselingkuh dengan istrinya. Pembunuhan itu dilakukan Andi Lala di rumahnya. Istri Andi Lala terlibat di dalamnya," sebut Kapolda Sumut Irjen Rycko Ahmelza Dahniel seperti dilansir Sumut Pos (Jawa Pos Group), Selasa (18/4).


Ketika itu, terang Rycko, Andi Lala dendam terhadap Iwan Kakek lantaran istrinya pernah digauli sebanyak tujuh kali. Sehingga dia pun merencanakan pembunuhan.


Modusnya, Andi menyuruh istrinya meminta Iwan Kakek datang ke rumah. Dengan alasan Andi sedang pergi ke luar kota. Iwan Kakek pun mengiyakan permintaan Reni Safitri.


Ketika itu, Andi Lala menunggu Iwan Kakek di belakang pintu. Begitu korban masuk, dia langsung menghantam Iwan dengan alu (kayu gilingan, red). Dalam menjalankan aksinya ini, dia dibantu Irfan.


Untuk menggelabui perbuatannya, jasad Iwan Kakek dibuang ke selokan bersama sepeda motornya. Itu untuk mengelabui petugas. Jadi seolah Iwan Kakek tewas dalam Laka Lantas. Parahnya, alu untuk membunuh Iwan tidak dibuang, melainkan tetap dipakai untuk menumbuk sayur.


Kasubdit III/Jatanras Polda Sumut AKBP Faisal Napitupulu mengatakan, terbongkarnya pembunuhan pada 2015 ini berkat pemeriksaan terhadap Roni Anggara. Keponakan Andi Lala ini mengaku tak berani menolak ajakan membunuh Riyanto karena takut kepada Andi Lala.


"Menurut Roni, tersangka Andi Lala sudah pernah melakukan pembunuhan. Di situlah saya cari-cari informasi dan dapatlah ada penemuan mayat di daerah Lubukpakam yang tak terungkap. Dari hasil pemeriksaan tim forensik, kala itu Indra Kakek tewas dengan luka di kepala dan tidak wajar karena kecelakaan. Dari situlah kita tanyai Andi Lala dan akhirnya dia mengakui," sebut Faisal.


Sementara dalam kasus pembunuhan Riyanto dan keluarga, polisi juga mengamankan Irfan. Praktis dalam pemaparan pembunuhan di Mabar, terungkap juga pembunuhan di Lubukpakam. Enam orang lantas ditetapkan menjadi tersangka bersama Andi Lala. (mag-1/fac/gus/adz/iil/JPG)

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore