Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 November 2016 | 00.34 WIB

Geger Video Mesum Pelajar Sukabumi di Medsos, Lokasinya di Kuburan

Salah seorang warga saat menonton video yang memperlihatkan sejumlah warga saat mengintogasi pelaku yang diduga sedang mesum. - Image

Salah seorang warga saat menonton video yang memperlihatkan sejumlah warga saat mengintogasi pelaku yang diduga sedang mesum.

JawaPos.com – Warga Sukabumi digegerkan dengan beredarnya video mesum yang beredar di media sosial beberapa hari terakhir. Diduga pemeran dalam video itu dilakukan oleh pelajar salah satu SMP di Kota Sukabumi.



Video berdurasi 56 detik itu memperlihatkan saat warga berhasil mengamankan kedua remaja tersebut dan menginterogasinya dalam kondisi tanpa busana. Sesekali, tampak si pemeran perempuan yang tengah duduk menangis.



Sedangkan laki-lakinya tampak duduk sesekali menjawab pertanyaan warga. Penelusuran Radar Sukabumi (Jawa Pos Group), video yang beredar di media sosial itu ada dua bagian adegan. Namun yang diposting hanya satu bagian adegan.



“Asyiknya main di kuburan gak pakai bayar, gak pakai tiket,” ucap salah seorang warga yang saat itu sedang menginterogasi kedua remaja tersebut.



Terkait beredarnya video tersebut, Ketua PGRI Kota Sukabumi Dudung Koswara menyayangkan aksi tersebut terjadi di kalangan pelajar. Hanya, ia tidak bisa menyalahkan siapa pun, baik orang tua maupun sekolah.



“Namun hal ini harus jadi pekerjaan rumah kita bersama, terutama orang tua, sekolah dan guru,” paparnya saat hubungi Radar Sukabumi, Rabu (9/11).



Menurutnya, beredarnya video tersebut ‘menampar’ lembaga pendidikan, orang tua dan masyarakat. Karena dianggap tidak maksimal memberikan pemahaman etika ketika di sekolah. Orang tua pun lebih mementingkan ekonomi daripada anaknya dan masyarakat selalu acuh terhadap lingkungannya.



Padahal, lanjut Dudung, secara bersamaan dunia maya begitu masif melalui teknologi digital yang menggerogoti mental pengetahuan dan karakter generasi muda. bagi dia, sistem pendidikan seperti apa pun harus bersinergi antara tiga faktor yakni orang tua, sekolah dan masyarakat.



"Berkaca dari kasus ini, kita harus belajar untuk lebih menanamkan perhatian lebih kepada anak-anak kita,” jelasnya. (ps/cr10/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore