Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Agustus 2020 | 18.57 WIB

Kumpulan Sajak F. Aziz Manna

ILUSTRASI - BUDIONO/JAWA POS - Image

ILUSTRASI - BUDIONO/JAWA POS

Lanskap Wabah


kami telah sama meyakini, selama ini, batas-batas telah mencair, tapi ketika tulah mewabah dari segala arah, kami dipaksa membangun kembali batas-batas, menutup pintu, mengunci jalan, mengadang segala pertemuan, padahal kami telah sama meyakini, selama ini, batas-batas telah mencair.

jalan-jalan hangus dibakar matahari
tanpa satu pun bayangan yang menutupi
sepatu-sepatu berdebu
tanpa bekas tanah di telapaknya
senja dikuasai lagu angin, malam beku
suara-suara penolakan berkibaran

”aku hidup bersamamu, tapi tidak bersamamu!
masamu telah habis, tapi waktuku terus melaju.”

(2020)




Karnaval Merdeka


In Memoriam Pakdhe Jahid dan Para Korban Covid-19

minggu selepas subuh
kesibukan-kesibukan telah dimulai:
permandian, hias-hiasan, hidangan
dengung percakapan

warna merah menyembur di cakrawala
biasnya merona di wajah para pebegadang

setelah lengkap, setelah semua siap
sebelum berangkat, kesaksian diungkap:
sae! sae! sae!

dan iring-iringan berjalan
dipandu tandu berpayung hanya satu

hitam. dalam angan-angan

(Agustus, 2017-2020)




Kalimas


malam terang di kalimas yang lengang, tanganmu enggan kupegang, wajahmu tak mau kupandang. siwalan, eh sialan! ada apa garangan, eh gerangan? kutarik napas panjang, kurapal ajian kartolo dan baseman, tapi tak mempan. kau tetap diam. emoh kupandang, emoh kupegang. aku pun diam. sungkan tak karu-karuan, memandangi ikan-ikan bermesraan (menghinaku!). setengah putus asa, dirubung bingung, dalam hati aku berkata: kau ini serupa patung saja! dan setan lewat mengamininya, membuat rasa bersalahku berkecambah serupa akar liar merambati jembatan mencari tanah lapang. aku gagal menyelamatkanmu, gagal membawamu serta bersamaku. dan aku bersekutu dengan mendung, menciptakan musim-musim muram. dalam hujan air mataku, kupeluk tubuhmu hingga purna tubuhku melumutimu.

(2018)




Photo

F. AZIZ MANNA

F. AZIZ MANNA

Penulis kelahiran Sidoarjo, 8 Desember 1978. Alumnus Ponpes Tambak Beras Jombang. Beberapa buku puisi tunggalnya: ”Jihwagravancana” (Airlangga University Press, 2019), ”Playon” (Dewan Kesenian Jawa Timur, 2015) dan diterbitkan ulang Pagan Press tahun 2016 mendapatkan Kusala Sastra Khatulistiwa ke-16 dan diterbitkan ulang oleh Grasindo.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=mKSVSeb75mU

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore