
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji minta maaf sudah menyinggung nama Ormas Madas saat sidak kasus pengusiran paksa Nenek Elina, Surabaya, Selasa (6/1).&
JawaPos.com - Polemik antara Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Madura Asli Sedarah (Madas) dengan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, berakhir damai. Kedua pihak sudah saling menyampaikan permintaan maaf.
Saat mediasi dengan Ormas Madas di Universitas Dr. Soetomo, Surabaya pada Selasa (6/1), Wawali Armuji meminta maaf karena sudah menyinggung nama Madas saat sidak kasus pengusiran paksa Nenek Elina.
"Berulang kali saya mengatakan, tetapi mungkin ada kekhilafan saya. Kekhilafan saya. Karena setelah saya dialog sama si Iwan, sama Bu Joni, saya bolak-balik ngomong ormas, oknum, oknum ormas, oknum," tutur Armuji.
Orang nomor dua di Surabaya tersebut menjelaskan bahwa polemik bermula saat dirinya mendapat laporan dan melakukan sidak ke rumah Nenek Elina di Jalan Dukuh Kuwuhan 27, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep.
Armuji datang untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Nenek Elina, hingga kasusnya viral di media sosial. Ia juga berniat membantu menyelesaikan permasalahan yang dialami keluarga Nenek Elina.
Saat sidak, Armuji memanggil Nenek Elina, tersangka Samuel, serta RT/RW setempat. Dari dialog di lokasi, muncul keterangan bahwa pengusiran dilakukan olej sekelompok orang yang diduga oknum Ormas Madas.
Armuji tak menyangka bahwa video sidaknya memicu gejolak di masyarakat terhadap Ormas Madas. Namun terbukti bahwa oknum yang mengusir paksa Nenek Elina tidak ada kaitannya dengan Ormas Madas.
"Nah, dengan pernyataan kekhilafan saya itu menyebut ada logo Madas (di baju oknum yang mengusir Nenek Elina), maka saya mohon maaf. Namanya orang khilaf, tidak ada maksud lain karena 10 kali saya menyebut oknum," imbuhnya.
Armuji tak menampik bahwa sebagai pemimpin Kota Pahlawan, perkataanya yang menyebut Ormas Madas rawan disalahartikan dan bisa mendiskreditkan organisasi tersebut, bahkan berujung pada rasisme salah satu suku.
"Tetapi hati kecil saya tidak ada niatan apapun untuk ke arah sana. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya supaya hal semacam ini menjadi pembelajaran kita semua. Sekian terima kasih," seru Armuji.
Sebagai informasi, ormas Madas melaporkan akun media sosial Armuji ke Polda Jawa Timur atas dugaan pelanggaran UU ITE. Laporan tersebut tercatat dengan Nomor LP/B/10/1/2026/SPKT/POLDA JAWA TIMUR pada Senin, 5 Januari 2026.
Setelah berakhir damai, Ormas Madas berjanji akan segera mencabut laporannya terhadap Wawali Armuji di Polda Jawa Timur. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPP Madas, Muhammad Taufik,.
"Ini sudah clear semuanya, sesegera mungkin (Ormas Madas akan mencabut laporan di Polda Jatim), karena baru kemarin perkaranya dilaporkan. Semoga ini menjadi klarifikasi dan penjelasan," tukas Taufik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022