Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Juli 2025 | 05.55 WIB

Sebelum Viral di Griya Lansia, Anak Nasikah Sempat Coba Titipkan Ibunya ke Panti Jompo Pemerintah, Tetapi Ditolak

Fitriyah (kiri) dan Mbah Nasikah (kanan) di kos-kosan daerah Babatan, Mulyorejo, Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Kakak beradik asal Surabaya, Sri Rahayu (50) dan Fitriyah (43) tak menyangka upayanya menitipkan ibu kandung, Nasikah, 74 tahun, ke Griya Lansia Husnul Khatimah Malang, mendadak viral di media sosial.

Kisah mereka dibagikan pertama kali oleh Ketua Yayasan Griya Lansia, Arief Camra. Bagaimana warganet tidak tersulut emosi, narasi "membuang ibu kandung" dalam unggahan Arief membuat Rahayu dan Fitriya tersudut.

Dalam video berdurasi singkat yang diunggah di beberapa media sosial pribadinya, Arief duduk di samping Mbah Nasikah yang mengenakan jilbab ungu. Dengan suara bergetar, Arief menyampaikan:

"Dua anak kandung buang ibunya ke Griya Lansia. Sidoarjo, Jumat 27 Juni 2025. Jangan nangis dengan berita ini, dalam draft yang ditandatangani, jika beliau ini tutup usia, maka dua anaknya nggak perlu dikabari," tulis Arief dalam caption unggahan.

Benar saja, tak lama setelah diunggah, kegaduhan di dunia maya lagi-lagi terjadi. Banyak warganet yang melontarkan hujatan kepada kedua anak Nasikah dengan kata-kata kasar dan mengecam.

Belum sampai 24 jam setelah menitipkan Mbah Nasikah di Griya Lansia, Fitriyah dan Rahayu pun memutuskan untuk menjemput ibunya kembali. Mereka terlanjur kecewa dengan narasi "membuang" yang ditulis Arief Camra.

“Saya dan neng (panggilan untuk kakak perempuan) niatan ke sana cuma minta bantuan untuk menitipkan ibu. Tetapi kok ternyata itu diviralkan dengan caption membuang,” tutur Fitriyah ketika ditemui di Mulyorejo, Selasa (1/7). 

Bukan karena tak sayang, Fitriyah dan Rahayu terpaksa menitipkan ibunya ke panti jompo karena tak ada yang menjaganya di rumah. Fitriyah bekerja sebagai buruh pabrik, Rahayu sebagai tukang sapu jalanan.

Ketika keduanya bekerja, Mbah Nasikah yang tak bisa berjalan, kerap kali keluar rumah dengan cara ngesot hingga ke jalan raya. Karena itu, Fitriyah dan Rahayu ingin mencarikan tempat tinggal yang layak bagi sang ibu.

Mereka kemudian berunding dengan keluarga besarnya. Keluarga memutuskan untuk menitipkan Mbah Nasikah sebuah panti jompo milik Dinas Sosial (Dinsos) pemerintah daerah setempat.

"Tahun 2024, kami sekeluarga sempat ada rencana ditaruh di Dinsos, tetapi nggak di acc karena katanya masih punya anak, meskipun tidak punya rumah, tetap (pemerintah) nggak bisa diterima," imbuh Fitriyah.

Tak patah semangat, Fitriyah dan Rahayu terus berupaya mencarikan tempat lain, hingga akhirnya mereka mendapatkan informasi dari teman-temannya tentang Griya Lansia Husnul Khatimah, Malang.

“Katanya Griya Lansia gratis dan pelayanan bagus. Alhamdulillah benar diterima dengan baik, tetapi ujung-ujungnya dikontenin dengan judul seperti itu," ucap anak kedua dari tiga bersaudara dengan nada kesal.

Setelah viral dan kecewa dengan Griya Lansia, Fitriyah dan keluarga memutuskan untuk menyewakan sebuah kos-kosan di daerah Babatan, Mulyorejo, Surabaya. Keluarga akan merawatnya secara bergantian. 

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore