Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 22.11 WIB

Ribuan Ojol di Surabaya Demo dan Kompak Matikan Aplikasi, Ancam Gelar Aksi Susulan Jika Tuntutan Diabaikan

Massa driver online saat melintasi Jalan A Yani Surabaya, Selasa (30/5). (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Massa driver online saat melintasi Jalan A Yani Surabaya, Selasa (30/5). (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Hari ini, ribuan ojek online melakukan aksi demonstrasi di beberapa titik Kota Surabaya, Selasa (20/5). Mereka tergabung dalam Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal)

"Kami, Front Driver Online secara tegas menolak aplikator nakal, mewakili seluruh driver online yang berada di Jawa Timur," tutur Humas Frontal Jawa Timur, Samuel Grandy di sela-sela aksi kepada awak media.

Samuel mengatakan, ada sekitar enam ribu driver online yang mengikuti aksi demonstrasi. Mereka berasal dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Pasuruan, Mojokerto, Gresik, Madiun, dan daerah lainnya.

Sebelum melakukan aksi di Surabaya, para driver berkumpul terlebih dahulu di Bundaran Waru, Sidoarjo. Mereka kemudian bergerak menuju beberapa titik dengan berkonvoi.

Titik-titik yang didatangi massa aksi adalah Kantor Dishub Jatim, Kantor Diskominfo, Mapolda Jatim, Gedung DPRD Jatim, Kantor Gubernur Jatim, dan kantor pusat aplikator di Surabaya.

"Sesuai rencana, seluruh massa akan mendatangi empat lokasi aplikator secara bersamaan, termasuk Kantor Grab (Jalan Ketabang Kali) dan Kantor Gojek (Jalan Ngagel)," jelasnya.

Para driver menyuarakan aspirasi, keluhan, dan kekecewaan mereka di kantor aplikator terkait regulasi dan tarif yang dianggap tak dipatuhi, sehingga merugikan driver.

Ribuan massa ojol ini membawa lima tuntutan nasional yang ditujukan untuk pemerintah dan aplikator, berikut:

1. Mutlak turunkan potongan aplikasi menjadi 10 persen
2. Naikkan tarif pengantaran penumpang
3. Segera terbitkan regulasi tarif pengantaran makanan dan barang
4. Tentukan tarif bersih yang diterima Mitra
5. Mendesak pemerintah untuk segera terbitkan UU Transportasi Online Indonesia

"(Tuntutan) sudah harga mati. Tidak bisa negosiasi. Kalau memang tuntutan tidak diindahkan, kami akan melakukan aksi demo kembali dengan massa yang lebih banyak. Dan kemungkinan 2-3 hari," imbuh Samuel.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore