
Uji coba makan bergizi gratis yang dilakukan di salah satu SD di Kota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Program makan bergizi gratis bakal dijalankan pada 2025. Pemerintah menyatakan anggaran untuk satu porsinya Rp 10 ribu. Menurut Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko, anggaran Rp 10 Ribu per porsi makan bergizi gratis masih proporsional dan relevan. Dalam artian tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi anak-anak Indonesia.
"Kembali lagi bahwa menu makan bergizi gratis ini tidak berbicara tentang seberapa banyak menu dalam satu porsi, tetapi lebih pada kebutuhan nutrisi yang cukup," tutur Yona kepada JawaPos.com, Selasa (3/12).
Dia menyebut, kebutuhan kalori siswa SD dan SMP hanya berkisar 1.600 sampai 2.200 kilo kalori (kkal) per harinya.
"Bahwa kemudian Bapak Presiden mengatakan per porsi itu di antara 700 sampai 800 kilo kalori dan ketika itu dikonversikan kepada rupiah, maka Rp 10.000 itu adalah nilai yang sebenarnya proporsional," tukasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyebut rata-rata minimum anggaran untuk memberikan makanan bergizi bagi anak-anak dan ibu hamil di daerah-daerah cukup dengan Rp 10 Ribu per porsi.
"Kita ingin Rp 15 ribu, tetapi kondisi anggaran mungkin Rp 10 ribu. Kita hitung untuk daerah-daerah itu cukup, cukup bermutu dan bergizi," ujar Prabowo sebelumnya. (*)

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
