Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Januari 2024 | 15.20 WIB

Cabuli Anak Perempuannya Selama 1 Tahun, Ayah Kandung di Surabaya Ngaku Khilaf

Wajah para pelaku pencabulan sekeluarga di Surabaya. (Foto: Polrestabes Surabaya) - Image

Wajah para pelaku pencabulan sekeluarga di Surabaya. (Foto: Polrestabes Surabaya)

JawaPos.com - Seorang ayah yang harusnya menjaga putrinya, bahkan menjadi salah satu sosok yang penjaga yang diharapkan anaknya, justru dengan tega melakukan pencabulan.

Di Kota Surabaya, warga digegerkan dengan anak perempuan yang ternyata tega dicabuli oleh pihak keluarganya, mulai dari ayah kandung, kakak, hingga pamannya.

Anak perempuan yang menjadi korban berinisial B sendiri baru duduk di bangku kelas 6 SD.

Tak hanya sekali, ternyata pencabulan dilakukan beberapa kali selama 2 tahun, sedangkan sang ayah kandung melakukannya selama 1 tahun.

Para pelaku terdiri dari ayah kandung ME (43), kakaknya MNA (17), dan dua pamannya IW dan MR yang tega melakukan pelecehan kepada B. Saat ini, B tengah duduk di bangku kelas 6 SD.

Diwawancara oleh awak media, ayah kandung, ME, mengungkapkan bahwa dirinya khilaf telah melakukan perbuatan bejatnya itu kepada korban.

“Posisi khilaf, tidak tahu," ungkap ME dengan menundukkan kepala serta suara resak.

Ayah kandung anak perempuan berinisial B mengaku jika ia mencabuli anaknya sejak duduk dibangku kelas 5 SD, dan kini putrinya duduk dibangku kelas 6.

"Saya melakukannya itu dari kelas lima SD," ujar ME.

"Saya tidak tahu, posisi khilaf, maaf,” lanjutnya.

Selain itu, ME menambahkan, dirinya hanya memegang payudara anaknya karena tidur bertiga. Sebab, dia mengira disebelahnya adalah istrinya bukan anaknya.

“Pas waktu malam, kita kan tidur bertiga. Yang pojok istri saya, yang tengah anak saya sebelahnya saya. Jadi, pas istri mau ke kamar mandi gak tau kalau ini anak saya yang perempuan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ME juga tidak mengetahui jika anak laki-lakinya atau kakak korban juga melakukan hal yang lebih bejat atau menyetubuhi putrinya itu.

Ditambah, dia juga tak tahu kalau dua paman korban melakukan hal yang sama.

“Saya nggak tau. Anak cewek saya tidak bilang kalau anak cowok saya juga melakukan hal bejat itu. Saya Marah. Sambil malu. Saya nggak tahu (kalau pamannya juga cabuli) megang payudara juga,” pungkasnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore