
Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali dan Kepala Dinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah mengecek pemeriksaan posyandu di Desa Watuagung, Mengare. (dok. Dinkes)
JawaPos.com - Delapan balita di Mengare Kecamatan Bungah terdeteksi mengalami gizi kurang. Temuan itu saat Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik bersama PKK melakukan pembinaan posyandu di sana.
Delapan balita itu mengalami berat badan tidak naik dan ada gangguan perkembangan. Para balita juga berkesempatan diperiksa langsung oleh dokter spesialis anak.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Gresik dr Anik Lutfiyah mengatakan bahwa temuan dari spesialis anak memang masih ada balita yang asupan gizi kurang. Sehingga perlu untuk meningkatkan jumlah asupan dan frekuensi makanan.
“Orang tua bisa lebih kreatif dalam memasak makanan. Jangan hanya digoreng tapi bisa dikreasikan agar anak tertarik,” ucapnya.
Dokter mantan Kepala Puskesmas Sukomulyo itu menyebut bahwa posyandu merupakan pilar utama dalam mencegah stunting. Berikut juga pemahaman dari para kader kesehatan. Karena itu kegiatan yang berlangsung akhir pekan lalu itu juga meresmikan Jadi Girang (Jejaring Deteksi Dini dan Penanganan Masalah Gizi Pra Stunting).
“Banyak kami temukan di Gresik secara umum, datang ke posyandunya rutin. Tapi perkembangannya lambat. Nah ini perlu diperhatikan oleh kader,” ujarnya.
Para kader di Kecamatan Bungan dan Manyar menjadi pilot project pelatihan kader tersebut. Agar mereka lebih paham para balita yang beresiko mengalami stunting berdasarkan kunjungan posyandu.
“Balita yang berat badan tidak naik dua tiga bulan. Ini tidak boleh ditunggu lama. Saat ini kader kami latih untuk mendeteksi itu,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah mengayakan bahwa dua kecamatan itu akan jadi pilot project pengentasan stunting. Apabila ditemukan balita stunting akan dilakukan penanganan bahkan sampai konsultasi dokter spesialis anak.
Jika berhasil, program Jadi Girang itu akan diimplementasikan ke seluruh kecamatan. Bahkan saat ini Dinkes sedang merancang kerja sama dengan universitas di Gresik terkait pemenuhan gizi.
“Jadi ada penelitian ekstrak ikan gabus dan kelor yang bagus. Ke depan kita kerja samakan,” pungkasnya.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
