Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Oktober 2025 | 01.18 WIB

Keajaiban! Kisah Al Fatih Selamat Dari Timbunan Ponpes Al Khoziny, Tidur 3 Hari Dapat Mimpi Dikasih Minum dan Bisa Jalan-jalan

Al Fatih Cakrabuana saat dijenguk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Kamis (2/10/2025). (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com — Al Fatih Cakrabuana menjadi salah satu santri yang paling beruntung setelah tragedi robohnya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Siswa kelas 3 SMP itu berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah terkubur selama tiga hari di bawah reruntuhan bangunan.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (29/9/2025) sore menjelang waktu salat Asar. musala yang selama ini digunakan para santri mendadak ambruk dan menimpa puluhan santri yang tengah berada di dalamnya.

Al Fatih termasuk salah satu korban yang terjebak reruntuhan tanpa diketahui keberadaannya. Namun, yang mengejutkan, ia mengaku sepanjang tiga hari itu justru dalam keadaan tertidur dan bermimpi.

Menurut Abdul Hanan, ayah Al Fatih, putranya memang sudah mengalami firasat sebelum kejadian. Beberapa hari sebelumnya, ia bermimpi ada gedung roboh saat masih berada di rumah sebelum kembali ke pondok.

“Dia sempat minta pulang lebih lama dan baru ingin kembali ke pondok pada Rabu. Tapi saya memaksa untuk berangkat ke pondok hari Sabtu,” kata Abdul Hanan saat ditemui JawaPos.com, Kamis (2/10/2025).

“Dia bermimpi, ada gedung roboh, saat masih di rumah belum berangkat ke pondok (sebelum kejadian).”

Keputusan itu membuat sang istri sempat marah setelah musibah ini terjadi. Sebab, andai saja Al Fatih kembali ke pondok Rabu seperti keinginannya, mungkin tragedi itu tidak akan menimpanya.

“Makanya ketika kejadian ini mamanya marah ke saya, coba balik hari Rabu kan enggak gini.”

Meski begitu, takdir berkata lain. musala roboh, dan Al Fatih justru selamat setelah terkubur di antara material bangunan selama tiga hari.

“Untungnya dia enggak merasa takut dan waktu kejadian itu tertidur. Tertidur 3 hari. Jadi waktu itu sebelum salat ashar tidur, dan waktu salat ashar ketiduran musala.”

Menurut penuturan Al Fatih, dirinya tak mengetahui pasti detik-detik robohnya bangunan tersebut. Saat itu, ia sudah lebih dulu tertidur sebelum salat Asar.

“Waktu itu ketiduran di musala, terus tiba-tiba ada gempa, terus lari, terus pingsan kena batu, bangun-bangun sudah gelap,” ujarnya lirih.

“Ya (waktu itu saya lari), tapi masih kena batu.”

Ia mengingat ada teman di sebelahnya ketika bangunan mulai roboh. Namun, setelah itu semua menjadi gelap, dan ia tak bisa memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore