Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Februari 2025, 19.33 WIB

Kota Surabaya Punya 76 Rumah Pompa, Cukup untuk Atasi Banjir?

Pemkot Surabaya Punya 76 rumah pompa untuk menangani banjir. Rencananya akan bertambah sebanyak 5 rumah pompa. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Pemkot Surabaya Punya 76 rumah pompa untuk menangani banjir. Rencananya akan bertambah sebanyak 5 rumah pompa. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Sebagai daerah hilir yang letak geografisnya berada di kawasan pesisir utara Laut Jawa, Kota Surabaya kerap dibayang-bayangi bencana hidrometeorologi banjir. Terlebih saat hujan deras tiba.

Berbagai upaya pun dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menangani permasalahan banjir. Mulai dari meningkatkan sistem drainase, memperluas ruang terbuka hijau, hingga menambah rumah pompa baru.

Hingga saat ini, sudah ada 76 rumah pompa yang tersebar di seluruh wilayah Kota Pahlawan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Windo Gusman Prasetyo

“Jadi memang fungsi rumah pompa di Surabaya itu sangat penting, karena ini dataran rendah, sehingga kita berusaha untuk mengetatkan wilayah mana saja yang membutuhkan rumah pompa," tuturnya, Jumat (7/2).

Bahkan untuk memaksimalkan penanganan banjir, Pemkot Surabaya berencana membangun lima rumah pompa di wilayah rawan banjir. Diantaranya di wilayah Karah, Kecamatan Jambangan.

Kemudian di rumah pompa Rungkut Menanggal Harapan, Kecamatan Gunung Anyar, rumah pompa Teluk Betung, Kecamatan Pabean Cantikan; di rumah pompa Jalan Bung Tomo, dan rumah pompa Ketintang.

Menurut Windo, keberadaan rumah pompa berfungsi sebagai ujung tombak penanganan banjir dan genangan di Kota Surabaya. Terlebih ketika cuaca ekstrem dan hujan deras tiba.

"Dari segi urgensi, kelimanya sama-sama urgen (mendesak), tergantung nanti kesiapannya saja, perencanaan mana yang siap langsung diluncurkan (dibangun),” imbuhnya.

Adapun kapasitas dari lima rumah pompa yang akan dibangun, lanjut Windo, nantinya akan berbeda-beda. Menyesuaikan kebutuhan di masing-masing wilayah. Minimal kapasitasnya sebesar 3 meter kubik.

“Seperti di rumah pompa Karah, itu kan dia paling hulu untuk afur Wonorejo. Jadi kita berusaha untuk mengalirkan ke arah kali Wonokromo, sehingga nanti kita salurkan melalui rumah pompa SWK Karah,” tandasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore