Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Januari 2025, 06.45 WIB

Marak Modus Penipuan Mengatasnamakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Warga Diminta Hati-Hati!

Tangkapan layar korban yang dihubungi oleh penipu mengatasnamakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Humas Pemkot Surabaya). - Image

Tangkapan layar korban yang dihubungi oleh penipu mengatasnamakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Humas Pemkot Surabaya).

 
JawaPos.com - Penipuan dengan modus mengatasnamakan pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya semakin marak. Bahkan baru-baru ini, oknum penipu mengatasnamakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
 
Pelaku menyalahgunakan nama Eri Cahyadi, melalui akun WhatsApp bernomor 0852-5061-3343. Untuk mengecoh dan meyakinkan korban, mereka memasang foto profil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
 
Menanggapi aksi penipuan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, M. Fikser menegaskan bahwa nomor tersebut bukan lah nomor Eri Cahyadi.
 
“Itu oknum yang mengatasnamakan Pak Wali Kota Eri Cahyadi. Nomor yang mengirim pesan Whatsapp itu bukan nomor beliau," tuturnya, Senin (20/1). Fikser pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati.
 
Utamanya yang dilakukan melalui media daring. Masyarakat harus waspada dan tidak mudah percaya dengan nomor yang tidak dikenal. Apabila menemui aksi penipuan serupa, segera melaporkan kepada aparat penegak hukum.
 
“Jika menerima pesan singkat atau telepon yang mengatasnamakan jajaran Pemkot Surabaya, harap berhati-hati. Jika pesan tersebut berisi permintaan tertentu atau menawarkan hal mencurigakan, dapat dipastikan itu adalah penipuan,” imbuhnya.
 
 
Selain mengimbau masyarakat, Fikser juga mengingatkan seluruh jajaran di lingkungan Pemkot Surabaya hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar tidak mudah percaya terhadap pesan yang mencurigakan. 
 
"Saya berharap masyarakat tidak langsung percaya dengan pesan-pesan mencurigakan. Pemkot tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian yang ditimbulkan akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab,” tandas Fikser.
 
Fikser yang juga menjabat sebagai Kepala Satpol PP Surabaya berharap, masyarakat lebih kritis dalam menerima informasi dari sumber yang tidak jelas dan selalu memverifikasi kebenarannya sebelum bertindak. (*)
 
 
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore