Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Januari 2025, 13.07 WIB

Fenomena Koin Jagat yang Viral, Pakar Ingatkan Potensi Eksploitasi Data Pribadi

Perburuan koin Jagat sedang menjadi tren di Surabaya. (Tangkapan layar unggahan video instagram @lovesuroboyo) - Image

Perburuan koin Jagat sedang menjadi tren di Surabaya. (Tangkapan layar unggahan video instagram @lovesuroboyo)

JawaPos.com–Fenomena perburuan Koin Jagat belakangan ini menjadi tren di Surabaya. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa rela menghabiskan waktu untuk mencari keberadaan kepingan koin yang viral di media sosial.

Bagaimana tidak diminati, Kepingan Koin Jagat dapat ditukar menjadi uang elektronik. Nominalnya bervariasi, dari ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah, bergantung jenis kepingan yang didapat, perunggu, perak, atau emas.

Fenomena perburuan Koin Jagat ini mendapat sorotan dari Pakar Komunikasi Universitas Airlangga Andria Saptyasari. Menurut dia, fenomena ini dampak dari perkembangan teknologi digital dan budaya populer baru.

”Yang menjadi perhatian di sini adalah kalangan generasi muda ini akan menjadi sangat kecanduan akan kecanggihan teknologi semacam ini untuk menghilangkan frustasi, stres, dan penat mereka,” ujar Andria Saptyasari.

Menurut Andria, ketergantungan pada teknologi itu bagai dua mata pisau. Di samping dampak positif (menghibur, mendapat uang), ada dampak negatif yang menyertai, seperti potensi eksploitasi data pribadi.

Pada dasarnya, aplikasi apapun selalu meminta data pribadi pengguna yang merupakan bentuk pengambilan data secara tidak langsung. Hal ini membuat pengguna aplikasi tidak bisa lepas dari bayang-bayang pengelola aplikasi.

”Yang membuat kita memberikan pengorbanan tanpa henti (materi, waktu, tenaga), yang membuat pelaku kelelahan, hubungan dengan keluarga (anak, istri, suami) terabaikan,” tutur Andria Saptyasari, dosen di FISIP Unair itu.

Data privasi dan kesejahteraan pengguna aplikasi menjadi pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan segera oleh pemerintah. Andria berharap pengelola bisa menciptakan aplikasi yang lebih kreatif dan berdampak positif.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah melayangkan surat permohonan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) untuk memblokir aplikasi Koin Jagat. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menilai aplikasi Koin Jagat meresahkan dan mengganggu ketertiban masyarakat. Bahkan, ada enam taman di Surabaya yang rusak karena ulah pemburu Koin Jagat.

”Sehingga saya meminta tolong kepada Kemenkomdigi untuk diblokir, karena ini (aplikasi Jagat) tidak mendidik sama sekali, malah merusak fasum. Yang seperti ini harus dilawan,” tutur Eri, Senin (13/1).

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore