Kobaran api membuat asap hitam pekat membumbung tinggi di langit. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani.
"DPKP Kota Surabaya menerima laporan kebakaran pukul 10.21 WIB. Petugas lantas bergegas menuju ke lokasi kejadian dan sampai pada pukul 10.28 WIB. Lalu api pokok berhasil dipadamkan 11.07 WIB," tuturnya, Senin (13/1).
Ada 13 unit tempur yang diberangkatkan untuk memadamkan si jago merah. Yakni 1 unit tempur pos Mulyorejo, 2 unit tempur pos Menur, 2 unit tempur rayon 2 Tambakrejo, 1 unit tempur pos Sukolilo.
Kemudian 1 unit tempur pos Keputih, 1 unit tempur rayon 1 Pasar Turi, dan 5 unit tim rescue. "(Setelah api pokok padam), selanjutnya kami melakukan pembasahan hingga selesai dan dinyatakan kondusif pukul 12.21 WIB," imbuhnya.
Kebakaran yang menghanguskan rumah dua lantai di Jalan Dharmahusada Indah, lanjut Laksita, diduga terjadi karena korsleting listrik. Sebab sebelum terjadi kebakaran, listrik di rumah tersebut sempat padam.
"Kemudian pemilik rumah mencoba menyalakan lampu, namun masih paham. Tiba-tiba di lantai dua rumah tersebut (muncul percikan) api. Kemudian pemilik langsung lapor ke 112,” imbuhnya.
Laksita memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya saja, bangunan rumah bagian belakang, seperti ruang keluarga terbakar habis. Atap bangunan rumah juga roboh sekitar 80 persen.
"Sementara bangunan utamanya aman. Jadi Luas yang terbakar kurang lebih 20 meter x 10 meter, dari total luas keseluruhan 20 meter x 50 meter. Alhamdulillah tidak ada kendala dan api sudah padam," tukasnya. (*)