Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Januari 2025, 00.16 WIB

Pakar Unair Surabaya Beri Alternatif Makanan Pengganti Susu di Menu Makan Bergizi Gratis!

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis. (Dokumentasi JawaPos.com) - Image

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis. (Dokumentasi JawaPos.com)

JawaPos.com–Program Makan Bergizi Gratis resmi diluncurkan pemerintah secara bertahap di 26 Provinsi sejak Senin (6/1). Program dari Presiden Prabowo Subianto itu digadang-gadang bisa mengatasi permasalahan gizi buruk.

Sayangnya dalam pelaksanaan di lapangan, program ini justru menyita perhatian masyarakat. Sebab di beberapa daerah, menu makan yang disajikan dalam satu porsi kurang variatif.

Mulai dari tidak ada sayur-mayur, porsi lauk pak yang terlalu sedikit, hingga absennya susu UHT sebagai pelengkap menu Makan Bergizi. Kondisi ini disayangkan Ahli gizi Universitas Airlangga (Unair) Lailatul Muniroh.

Susu ini sangat baik dan dibutuhkan dalam masa pertumbuhan anak. Sebagai sumber kalsium, susu memiliki kandungan gizi seperti kalsium, protein, vitamin D, vitamin A, zat besi, magnesium,” ujar Lailatul Muniroh di Surabaya, Jumat (10/1).

Dia juga menilai menu Makan Bergizi Gratis di beberapa daerah masih belum sesuai dengan pedoman Isi Piringku Sekali Makan yang digagas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

”Kemarin saya dapat kiriman contoh menu MBG di Sidoarjo. Tidak ada sayuran, lauk meski dengan protein hewani pun, secara kuantitas terlalu sedikit, begitupun buahnya,” ujar Lailatul.

Meski begitu, absennya susu dalam menu Makan Bergizi Gratis bisa dipahami. Sebab, anggaran yang ditetapkan untuk satu porsinya adalah Rp 10 Ribu. Sementara susu UHT ukuran kecil saja, di pasaran dibanderol Rp 3 - 4 Ribu.

Bagi Lailatul, prinsip makan bergizi adalah beragam, seimbang, aman, dan sesuai kebutuhan. Artinya memenuhi kebutuhan gizi, baik itu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat, dan air. Dosen Gizi yang mengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair itu menyarankan pemerintah agar tetap memberikan makanan kaya kalsium sebagai alternatif susu.

”Misalnya produk olahan susu seperti yogurt atau keju, sumber nabati yang kaya kalsium. Seperti tempe, sayuran hijau, ataupun sumber hewani seperti ikan teri, sarden, telur, dan daging ayam,” tutur Lailatul.

Langkah ini penting dan perlu dipertimbangkan pemerintah. Dengan begitu, kebutuhan gizi penerima manfaat program Makan Bergizi tetap terpenuhi meski tanpa hadirnya susu. Dalam hal ini pelajar dan ibu hamil.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore