Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 Januari 2025, 12.35 WIB

Dari Gerimis hingga Kembang Api: Cerita Malam Tahun Baru di Kota Lama Surabaya

Suasana pesta pergantian tahun 2024/2025 di Kota Lama Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Suasana pesta pergantian tahun 2024/2025 di Kota Lama Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com–Antusiasme masyarakat begitu terlihat dalam pesta raya malam pergantian tahun 2024/2025, yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di kawasan Kota Lama, Selasa (31/12) - Rabu (1/1).

Persis di halaman depan Gedung Internatio, Kota Lama Surabaya zona Eropa, sebuah panggung berdiri kokoh. Ragam hiburan pun disuguhkan, spesial untuk masyarakat. Mulai dari live music hingga kesenian ludruk dan teater.

Stan-stan kuliner yang berjejer di sekitar panggung juga menjadi daya pikat. Aneka makanan dan minuman membuat kaum-kaum doyan jajan tak kuasa untuk tidak melipir. Sekedar icip-icip juga memborong. Laris manis.

Semakin malam, suasana di kawasan Kota Lama Surabaya justru semakin riuh. Masyarakat tampak asyik menikmati pertunjukkan live music. Tak jarang, mereka ikut berdendang bersama sang artis.

Tak terasa, jam di tangan sudah menunjukkan pukul 23.10 WIB. Itu artinya, tidak sampai satu jam, akan memasuki 2025. Tepat pada pukul ini juga, rintik-rintik hujan hadir di tengah masyarakat yang ada di Kota Lama.

Ada yang memilih mencari tempat teduh, ada yang langsung sigap membuka payung, memakai jas hujan. Namun, ada juga yang cuek bebek dengan kehadirannya. Hujan cuma air, kira-kira begitu kata mereka.

Intinya, alih-alih bubar jalan, gerimis yang membasahi kawasan Kota Lama nyatanya tidak berpengaruh. Pesta pergantian tahun tetap berjalan sebagaimana mestinya. Luar biasa memang animo arek suroboyo.

Apa yang ditunggu masyarakat pun tiba. Betul, pesta kembang api. Lima menit menjelang pukul 00.00 WIB, kembang api mulai dinyalakan. Ribuan mata masyarakat yang ada di sana tertuju ke arah langit di atas gedung internatio.

Duar, duar, duar! Letupan kembang api itu seperti saling bersahutan. Senyum masyarakat seketika merekah. Tak sedikit dari mereka yang mengeluarkan ponsel genggam untuk mengabadikan momen pesta kembang api.

Cukup memanjakan mata. ”Lagi, lagi, lagi!” celetuk salah seorang masyarakat yang ada di kawasan Kota Lama Surabaya, saat letupan kembang api perlahan habis. Panitia pun menuruti permintaannya.

Tak berselang lama, beberapa kembang api dinyalakan sekaligus. Bersamaan dengan letupan kembang api yang merekah di langit, anak-anak kecil juga meniup terompet. Perpaduan yang apik.

Paramita Ningtyas, warga asal Tandes, Surabaya itu merupakan satu dari ribuan masyarakat yang merayakan malam tahun baru di Kota Lama. Dia datang bersama satu orang temannya dan tiba sekitar jam 8 malam.

”Bagus banget ini. Cuma bayar parkir, sudah bisa menikmati pesta kembang api. Dapat hiburan live music juga,” ujar Paramita Ningtyas, perempuan 29 tahun itu kepada JawaPos.com saat ditemui di kawasan Kota Lama, Selasa (31/12).

Menurut Tyas, langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang membagi pesta pergantian tahun ke tiga tempat adalah ide yang cerdik. Tiga tempat itu adalah Kota Lama Surabaya, Balai Kota, dan Taman Suroboyo.

”Menarik, akhirnya masyarakat gak ngumpul di satu tempat. Kalau rumahnya di pusat kota gak perlu datang ke Kota Lama karena ada pesta kembang api di Balai Kota. Begitu pun sebaliknya,” imbuh Tyas.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore