Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 November 2024 | 04.28 WIB

Buntut Kasus Pembacokan Pendukung Cabup Sampang, Madura Masuk Zona Merah, Kapolri Perintahkan Pengamanan Ekstra

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menerangkan pihaknya memetakan daerah dengan tiga kelompok. (Novia Herawati) - Image

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menerangkan pihaknya memetakan daerah dengan tiga kelompok. (Novia Herawati)

 
JawaPos.com - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 tinggal menghitung hari. Aparat keamanan, yakni Kepolisian dan TNI pun mulai memetakan daerah-daerah yang dianggap rawan.
 
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menerangkan pihaknya memetakan daerah dengan tiga kelompok. Yakni wilayah sangat rawan, wilayah rawan, dan wilayah kurang rawan.
 
"Kurang lebih yang kemudian kita tambahkan untuk menjadi perhatian adalah wilayah wilayah yang pasangannya terdiri dari dua paslon," ujar Sigit usai memimpin persiapan Pilkada di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (19/11).
 
 
Salah satu yang menjadi atensi adalah daerah-daerah di kepulauan Madura. Termasuk Kabupaten Sampang yang baru-baru ini membuat publik geger. Terjadi aksi pembacokan dan menewaskan pendukung salah satu calon bupati.
 
"Situasi kalau tidak kita jaga dengan baik, akan menyebabkan masalah. Khususnya madura itu masuk kategori sangat rawan, sehingga kita tempatkan personel yang lebih banyak," imbuh Sigit.
 
Meskipun begitu, Jenderal bintang empat itu belum bisa memastikan jumlah personel yang bertugas mengamankan pencoblosan di Kabupaten Sampang. Yang jelas, ini menjadi atensi bersama.
 
"Dinamika bisa berubah, oleh karena itu Pak Kapolres bekerjasama dengan Dandim untuk mengikuti perkembangan, sehingga bisa menyiapkan Pilkada yang damai," tukasnya.
 
Diberitakan sebelumnya, kasus pembacokan di Sampang menewaskan pendukung bernama Jimmy Sugito Putra. Kejadian terjadi setelah Calon Bupati Slamet Junaidi berkunjung ke salah satu tokoh agama di Ketapang.
 
Rombongan Cabup Slamet Junaidi sempat dihadang massa bersenjata celurit. Beruntung mereka berhasil lolos melalui jalan lain. Para penghadang kemudian menerobos masuk lokasi yang dikunjungi cabup nomor urut 2 itu.
 
Terjadi aksi cekcok mulut hingga berujung pada pengeroyokan. Jimmy yang terkena sabetan senjata tajam di bagian muka, punggung, dan tangan pun sempat dilarikan ke RSUD Ketapang. Namun, nyawanya tak tertolong.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore