Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Juli 2021 | 02.49 WIB

Dorong Semangat Berkebun, Pemkot Surabaya Fasilitasi Penyediaan Bibit

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Sempitnya lahan untuk berkebun di tengah kota bukan masalah bagi pasangan suami istri Nyoman Kusuma dan Yaning. Warga Simomulyo Baru itu memanfaatkan lahan di teras dan depan rumahnya untuk meletakkan beragam jenis tanaman.

Yaning tergerak menyulap sekitar rumahnya menjadi hutan kecil sejak 2013. Dia memanfaatkan barang-barang bekas yang tidak dipakai lagi untuk berkebun. Seperti blender, rice cooker, kaleng cat, hingga bak. ”Daripada beli, mending saya pakai yang ada. Lalu saya beli bibitnya,” kata dia.

Langkah Yaning makin mantap tatkala dia menjadi ketua RT. Dia meneruskan berkebunnya ke lingkup yang lebih luas. Namun, upayanya itu tak lantas disambut baik tetangganya. Cibiran ikut mengiringi.

Kusuma yang ada di samping Yaning mengungkapkan, tidak sedikit warga yang mengatakan bahwa dirinya dan istri ambisius. Namun, cibiran tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk terus mengubah kampungnya lebih hijau. ”Kami modali pakai uang sendiri. Ada tanaman yang mati, beli lagi. Kemudian, kami minta komitmen bersama untuk menjaga tanaman-tanaman,” jelasnya.

Kusuma dan Yaning belajar berkebun secara otodidak. Mereka banyak mendapatkan ilmu dari membaca buku hingga melihat video-video tentang berkebun. ”Dulu kampung sini benar-benar kumuh. Tidak terawat. Kini lebih hijau dan asri. Ada hidroponik juga,” tambah Kusuma.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya Yuniarto Herlambang menyatakan, pihaknya mendukung upaya positif masyarakat untuk berkebun. Baik itu berkebun sayuran maupun buah. ”Bagus juga untuk ketahanan pangan di kemudian hari. Memanfaatkan lahan minim dengan upaya optimal,” ujarnya.

Pemkot menyediakan fasilitas seperti bibit bagi masyarakat yang ingin berkebun. Dengan catatan, masyarakat berkomitmen menjaga dan merawat.

Bagi Terong dan Sawi untuk Warga Terdampak PPKM

Sementara itu, Guru-guru SMPN 11 Surabaya panen berbagai jenis sayuran Senin (19/7). Selain terong, para guru di sekolah tersebut menunjukkan hasil bercocok tanam berupa sawi dan cabai. Hasil berkebun itu dibagikan kepada masyarakat sekitar sekolah yang terdampak PPKM darurat.

Panen raya dimulai sekitar pukul 08.00. Ada belasan guru yang terlibat. Mereka tampak asyik mencabuti sawi dan memetik terong yang segar.

’’Dulu yang pertama mengolahnya siswa. Karena pandemi, aktivitas digantikan guru,” jelas Kepala SMPN 11 Surabaya Mohammad Sufiyan. Menurut dia, aktivitas berkebun memang digencarkan selama pandemi dan PPKM. ’’Tujuannya, menambah keakraban dan mendorong guru terus semangat,” kata Sufiyan.

Dia menambahkan bahwa tidak semua hasil bercocok tanam dibagikan ke warga sekitar. Sebagian dijual. Hasil penjualan itu dipakai untuk membeli bibit lele. Sedikitnya ada dua ribu bibit lele yang disebar sekolah di dekat Taman Sawah Pulo tersebut.

Menurut Sufiyan, aktivitas berkebun dimulai saat warga sekolah trenyuh melihat kondisi lahan di samping sekolah. Tanah seluas 2.100 meter persegi tampak tak terawat. Para guru sepakat untuk menatanya. Mereka menggerakkan siswa untuk membersihkan lokasi. ’’Kini sudah seperti laboratorium. Selain penanaman, ada kegiatan pengomposan,” beber Sufiyan.

 

 

 

 

 

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore